02 April 2020, 21:10 WIB

Dua Pabrikan Otomotif Tutup Sementara


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

Pandemi covid-19  menggerus pelaku usaha di industri otomotif.  Hingga Kamis (2/4), setidaknya sudah ada dua pabrikan yang melakukan pemberhentian produksi sementara.

"Berdasarkan kondisi dan pertimbangan terkini, terdapat 2 (dua) pabrikan yang telah memutuskan untuk menghentikan sementara produksinya dan 2 (dua) pabrikan lainnya telah menyampaikan rencana penghentian produksi sementara," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transfortasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika di Jakarta, Kamis (2/4)/

Menurutnya, penghentian sementara operasional pabrik umumnya terkait penyebaran virus korona yang menyebabkan permintaan pasar mengalami penurunan tajam. Sehingga akhirnya pabrikan melakukan penyesuaian tingkat produksi dengan permintaan pasar tersebut dengan tetap menjaga kondisi stok barang pada level yang sehat.

Menurut data dari Kemenperin, saat ini dari 12 perusahaan industri otomotif yang telah melaporkan status produksinya ke Kemenperin . Tercatat 50% mengalami penurunan produksi, 25% produksi normal dan 25% pemberhentian produksi.

Sedangkan Per 1 April, lanjutnya,  status produksi IMATAP dari 61 perusahaan  tercatat  35% produksi normal, 53% mengalami penurunan produksi dan 12% pemberhentian produksi.

Baca juga : Lakukan Proteksi, Pabrik Toyota Tetap Berproduksi

Adapun status per sektor industri IMATAP tersebut terdiri dari Industri sepeda (mengalami 100% penurunan produksi), Industri bermotor roda dua (67% penurunan produksi dan  23% stop produksi), Industri Kendaraan bermotor roda 4 (33% produksi normal, 42% penurunan produksi, 25% stop produksi), Industri kereta dan komponen (100% penurunan produksi), industri perkapalan dan komponen (31% produksi normal, 69% penurunan produksi), dan industri pesawat dan komponen (83% produksi normal, 17% penurunan produksi).

"Selain permintaan pasar yang turun karena Covid-19, terdapat pabrikan yang menyampaikan bahwa kebijakan lockdown di beberapa negara menyebabkan terganggunya supply chain industri otomotif," lanjut Putu.

Meski mengalami penurunan produksi, dari komunikasi bersama  pelaku industri dirinya  memperoleh informasi  bahwa  pabrikan tetap menjamin hak-hak bagi pekerjanya. 

Baca juga : Kecuali Alat Kesehatan, Produktivitas Industri Turun 50%

"Pabrikan tetap menjamin hak hak bagi pekerjanya (tetap digaji) dan memberikan kewajiban kepada karyawan agar tetap patuh pada arahan pemerintah pusat dan daerah untuk menghindari resiko terinfeksi," pungkasnya. (E-1)

BERITA TERKAIT