02 April 2020, 19:27 WIB

Pelatih PSM Kritik PSSI karena Gaji Pemain Dipotong hingga 75%


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

NAHKODA PSM Makassar Bojan Hodak menyoroti keputusan PSSI yang mengizinkan hanya 25% gaji pemain dibayar selama Liga 1 ditunda pada Maret hingga Juni.

Bojan mengatakan, seharusnya PSSI melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan asosiasi pemain sebelum melahirkan keputusan itu.

Baca juga:Kontrak Bhayangkara FC Masih Aman

"PSSI mengumumkan setiap klub membayar maksimal 25% dari gaji pemain untuk dua bulan ke depan. Hal yang aneh karena ini tidak didiskusikan dengan asosiasi pemain dan pelatih," ungkap Bojan dilansir dari New Straits Times, Kamis (2/4).

Bojan mengakui setiap klub mengalami krisis finansial imbas pandemi global virus korona atau covid-19. Namun, ada cara lain untuk menyiasati kerugian klub, khususnya mengenai gaji pemain.

"Saya pikir klub di dunia akan memotong gaji hingga 50%. Di Liga Kroasia klub memotong gaji, namun membayar sisanya saat kompetisi kembali bergulir. Sama seperti di Brasil," kata Bojan.

Baca juga:FIFPRO: Kompetisi Harus Diselesaikan

Lebih lanjut Bojan mengatakan, klub membutuhkan waktu 6 hingga 12 bulan untuk memulihkan krisis finansial imbas pandemi global covid-19. Selama kompetisi ditunda, Bojan mengatakan klub telah kehilangan pemasukan dari tiket pertandingan, sponsor, dan hak siar.

"Klub besar memiliki aset dan bisa meminjam untuk selamat dari krisis ini, tapi saya tidak yakin bagaimana klub kecil bisa bertahan. Bank mungkin tidak akan memberikan pinjaman ke klub kecil," kata Bojan. (Faj/A-3)

BERITA TERKAIT