02 April 2020, 18:20 WIB

Pasien Terindikasi Positif Korona Minta Pulang dari RS Dharmais


Benny Bastiandy | Nusantara

Seorang warga asal Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terindikasi positif covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Pasien berjenis kelamin perempuan tersebut kabarnya 'kabur' dari RS Kanker Dharmais, Jakarta, setelah dijemput paksa keluarganya. Saat ini pasien diisolasi di RSUD Sayang Cianjur.

Juru Bicara Satgas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan pihaknya mendapat konfirmasi dari RS Kanker Dharmais bahwa ada pasien dari Cianjur yang minta pulang secara paksa pada Rabu (1/4).

"Berdasarkan informasi, pasien tersebut sudah cukup lama menderita sakit. Sakitnya kronis. Kami bergerak cepat menindaklanjuti. Namun, pada Rabu sekitar pukul 5 sore, pasien ini dikabarkan sudah sampai di rumahnya (di Kecamatan Sukaresmi)," ungkap Yusman di Alun-alun Cianjur, Kamis (2/4).

Harusnya, imbuh Yusman, pasien tidak boleh (pulang). "Kalau mau pulang, mestinya koordinasi dulu dengan kami. Apalagi pasien tersebut terindikasi positif covid-19 dari hasil rapid test. Bahkan pasien sudah menjalani tes sampel swab selama hampir 10 hari dirawat di RS Kanker Dharmais," ujar Yusman.

Oleh karena itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Sukaresmi, Kapolres Cianjur, dan Dandim 0608 untuk menjemput pasien. Selanjutnya pasien dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur.

"Sebetulnya bisa saja diisolasi di rumah. Namun, dari keterangan pihak keluarga, kondisinya lemah. Makanya kami khawatir, sehingga harus segera diisolasi khusus di RSUD Sayang," tutur Yusman yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur.

Baca juga: Abaikan Covid-19 Pejabat BUMD Cianjur Liburan ke EropaAbaikan Covid-19 Pejabat BUMD Cianjur Liburan ke Eropa

Akhirnya pasien dijemput. Proses penjemputan pun dilakukan petugas mengikuti protokol kesehatan, yakni menggunakan alat pelindung diri lengkap.

"Kami juga melacak kontak-kontaknya. Ada 6 orang, termasuk sopir ambulans yang membawa pasien dari RS Dharmais ke Cianjur," kata Yusman.

Yusman mengaku akan terus berkoordinasi dengan RS Dharmais untuk mengawal hasil tes swab pasien. Dia juga sudah berkoordinasi dengan tim medis RSUD Sayang Cianjur agar melakukan tes swab juga terhadap pasien bersangkutan.

"Akhirnya, pasien sudah berada di RSUD Sayang Cianjur sejak malam tadi," imbuhnya.

Hingga Rabu (1/4), ada 291 orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Cianjur dan 13 orang pasien dalam pengawasan (PDP). "Sekarang yang PDP tinggal tersisa 6 orang. Untuk data jumlah hari ini (Kamis), kami belum merekapnya," pungkas Yusman. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT