02 April 2020, 16:49 WIB

Petani Indramayu Tetap Panen, KTNA: Di Bawah Sinar, Malah Sehat


Nurul Hidayah | Nusantara

PANEN padi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tetap berlangsung di tengah pandemi virus korona (covid-19).  

"Mereka kan bekerja di bawah sinar matahari pagi, malah sehat," ungkap Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu Sutatang, Kamis (2/4).

Baca juga: Brigadir Marsel Rela Batalkan Pernikahan Akibat Wabah

Dia menjelaskan, sejumlah areal tanaman padi di Kabupaten Indramayu sudah panen. "Seperti di Kecamatan Gantar, Terisi, Kroya dan Sindang," ungkap Sutatang.

Baca juga: Gubernur Ganjar Ingatkan RS Tangani Covid-19 Kontrol Limbah

Namun Sutatang belum bisa memastikan berapa luas areal tanaman padi yang sudah panen di empat kecamatan tersebut. "Masih sedikit memang, tapi sudah panen perdana," ungkap Sutatang.

Saat ditanyakan produksi padi saat ini, Sutatang menjelaskan juga cukup tinggi. "Rata-rata 7,8 ton per hektare," ungkap Sutatang.

Baca juga: Ditolak Warga, Gedung Diklat di Lembang Batal Jadi Tempat Isolasi

Tingginya  produksi panen karena tidak ada serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) selama masa tanam. "Harga gabah juga cukup tinggi saat ini," ungkap Sutatang.

Di tingkat petani, harga gabah kering panen (GKP) varietas Ciherang ada di kisaran Rp 4.700 hingga Rp5 ribu/kg. Sedangkan GKP varietas IR Kebo ada di kisaran Rp4.500/kg.

Tatang menambahkan, petani juga tidak mengalami kesulitan untuk menjual gabah yang telah mereka panen. Bahkan pembeli datang langsung ke sawah untuk membeli gabah milik petani. "Sampai ada yang berani membeli dengan sistem tebas," ungkap Sutatang.

Ini berarti pihak pembeli yang memanen padi di sawah, sedangkan petani tinggal menerima uangnya. (X-15)

BERITA TERKAIT