02 April 2020, 16:55 WIB

Lakukan Proteksi, Pabrik Toyota tetap Berproduksi


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

Hingga saat ini Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih belum memberhentikan produksi di pabrik-pabriknya..

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal (TMMIN), Bob Azam, mengatakan perusahaan sudah melakukan proteksi bagi karyawan. Meski sebagian masih melakukan shift dan sebagian sudah bekerja dari rumah.

“Sebagai proteksi bagi karyawan dan pemangku kepentingan lainnya dari penyebaran infeksi Covid-19, saat ini kami secara bertahap telah melakukan aktivitas-aktivitas sesuai dengan arahan pemerintah," kata Bob saat dihubungi, Kamis (2/4).

"Arahan yang dimaksud seperti kebijakan work from home, penyesuaian dan pengaturan shift produksi di pabrik-pabrik," imbuhnya.

Baca juga : Kecuali Alat Kesehatan, Produktivitas Industri Turun 50%

TMMIN hanya melakukan pengurangan jam operasional dan untuk karyawan disediakan sarana transportasi untuk mengurangi penggunaan transportasi umum.

"Kami yang meminimalisasi operasional, penyediaan sarana transportasi, meningkatkan kesadaran karyawan tentang Covid-19 sehingga karyawan dapat menjadi agent of change di tempat kerja dan lingkungannya, dan sebagainya.” ujarnya.

Sebelumnya, Produsen mobil ternama PT Honda Prospect Motor (HPM) telah menghentikan produksinya. Penghentian tersebut dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus korona. 

Alami Kontraksi

Bahana Sekuritas memperkirakan penjualan kendaraan roda empat akan mengalami kontraksi sepanjang tahun ini akibat wabah Covid-19 yang masih berkepanjangan baik secara global maupun di Indonesia.
  
Dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, Bahana Sekuritas menilai penjualan kendaraan bermotor bakal sulit mencapai target  sepanjang 2020 karena pada kuartal pertama tahun ini ada banyak tantangan yang dihadapi oleh industri kendaraan bermotor mulai dari banjir yang terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia sejak akhir tahun hingga pertengahan Februari, ditambah jumlah orang yang
terjangkit Covid-19 di Indonesia terus bertambah.
  
Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus mengatakan, bila melihat perkembangan yang terjadi hingga saat ini, ancaman perlambatan ekonomi semakin nyata baik secara global maupun domestik selama kuartal pertama tahun ini dan masih akan berdampak hingga kuartal kedua.
  
"Tentu saja hal ini berdampak terhadap permintaan kendaraan bermotor yang kelihatannya bakal sulit mencapai target meski suku bunga sudah dipangkas beberapa kali," ujar Anthony.
  
Bahkan, rencana pameran otomotif bergengsi atau yang disebut Indonesia International Motor Show (IIMS) yang rencananya diadakan pada pertengahan April mendatang, telah ditunda hingga waktu yang belum ditentukan hingga keadaan lebih kondusif.
  
Bahana memperkirakan volume penjualan roda empat akan mengalami kontraksi atau turun sekitar 8% atau diperkirakan sekitar 948.000 unit, sedangkan penjualan roda dua diperkirakan turun sekitar 5% atau mencapai sekitar 6,163 juta unit untuk sepanjang 2020.
  
Semula, anak usaha Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini memperkirakan penjualan kendaraan bermotor roda empat (4W) secara nasional akan mencapai sekitar 1,07 juta unit.
  
Sementara itu, asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan penjualan mobil sekitar 1,1 juta unit, namun asosiasi tengah berhitung ulang terhadap proyeksi ini.
  
Pada Januari saja penjualan mobil tercatat sebesar 79.983 unit atau turun 2,4% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang disumbang oleh penjualan oleh grup Astra International tercatat sekitar 40.289 unit atau naik sebesar 4,7% secara tahunan.
  
Sisanya sumbangan dari penjualan di luar grup Astra, yang secara tahunan mengalami penurunan sebesar 0,1%, terutama akibat turunnya penjualan. (E-1)

BERITA TERKAIT