02 April 2020, 16:18 WIB

Brigadir Marsel Rela Batalkan Pernikahan Akibat Wabah


Aries Wijaksena | Nusantara

SIKAP keteladanan diperlihatkan oleh Brigadir Marsel BW Henuk, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rote Barat Daya, Polres Rote Ndao, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia ikhlas membatalkan acara pernikahannya yang rencananya digelar pada 24 Maret 2020 lalu.

Meskipun sudah lama merencanakan acara pernikahan itu, Marsel rela membatalkan hari bahagia itu agar tidak menggelar acara keramaian di tengah pandemi virus korona atau Covid-19 saat ini.

“Saya seharusnya menikah tanggal 24 Maret 2020. Namun, saya menunda pernikahan saya atas saran dari Bapak Kapolres selaku pimpinan saya,” kata Marsel, Kamis 2/4).

Marsel mengaku sengaja membatalkan acara penikahannya demi keselataman dirinya dan keluarganya. “Ini juga merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, Presiden RI Bapak Joko Widodo, yaitu social distancing dan psychal distancing,” ungkapnya.

Kapolres Rote Ndao AKB Bambang H Wibowo pun menyampaikan apresiasi yang besar. “Mengingat situasi saat ini sedang mewabah virus korona, tentunya apa yang dilaksanakan oleh Brigadir Marsel sangat saya apresiasi. Saya juga mengimbau anggota yang lain meniru apa yang dilakukan Brigadir Marsel,” tuturnya.

Bambang menilai tindakan anak buahnya membatalkan pernikahan tersebut sebagai bentuk kerelaan mengorbankan kepentingan pribadi untuk kepentingan yang lebih besar.

Sikap yang ditunjukkan Brigadir Marsel itu bertolak belakang dengan tindakan Kapolsek Kembangan Komisaris Fahrul Sudiana yang tetap menggelar acara pernikahan di Hotel Mulia, Jakarta Pusat pada 21 Maret 2020.

Akibatnya, Polda Metro Jaya akhirnya mengeluarkan tindakan disiplin. Perwira menengah tersebut pun dimutasi dari jabatannya sebagai Kapolsek Kembangan.
“Menyangkut beredarnya foto Kapolsek Kembangan di media sosial tentang perkawinan yang digelar pada tanggal 21 Maret yang lalu, maka yang bersangkutan hasil pemeriksaan awal oleh Propam Polda Metro Jaya telah melanggar disiplin,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (2/4).

Kapolri telah mengeluarkan Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 yang antara lain berisi pelarangan acara yang melibatkan banyak orang – seperti pesta pernikahan – pada tanggal 19 Maret 2020.

Merespons hal itu, Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan internal Polri telah melarang adanya pernikahan selama masa status darurat korona. Hal itu juga berlaku untuk masyarakat umum.

“Diimbau untuk tidak melaksanakan selama PSBB, persuasif kepada yang punya hajat, kalau memang harus dilakukan harus disiplin jaga jarak fisik dan tidak bersalaman (kalau yang punya hajat tidak bisa menjamin, ya kalau bandel pasti dibubarkan),” kata Agus. (A-2)

BERITA TERKAIT