02 April 2020, 16:08 WIB

Produksi APD Di Jatim Digenjot


Aries Wijaksena | Nusantara

KEBUTUHAN alat perlidungan diri (APD) para tenaga medis dan frontliner yang terkait dengan penanganan pasien covid-19 di Jawa Timur kian meningkat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkirakan pada masa puncak wabah covid-19 kebutuhan APD di Jawa Timur akan mencapai 3.350 buah per harinya. "Kita berharap itu tidak sampai terjadi, tetapi kita harus menyiapkan contigency plan," katanya.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini terus menyisir industri tekstile dan juga sentra penghasil hazmat, masker, dan juga sarana APD medis untuk bisa mendapatkan kuota harian guna mencukupi kebutuhan APD di tengah wabah covid-19.

Rabu (1/4), Khofifah meninjau PT Putrateja Sempurna yang ada di Kota Probolinggo. Industri tekstil dengan brand cukup terkenal ini mengonversi usaha tekstil fashionnya untuk memproduksi hazmat dan masker hingga tiga bulan mendatang.

Tak tanggung-tanggung, kapasitas produksi hazmat industri ini mencapai 1 juta buah per bulan. Sehingga dalam tiga bulan mereka akan memproduksi 3 juta hazmat.

“Saat ini terkonfimasi bahwa APD menjadi kebutuhan di seluruh dunia. Alhamdulillah Pak Walikota Probolinggo menginformasikan ada pabrik yang memproduksi APD sampai satu juta buah per bulan, maka saya ingin datang ke sini untuk meminta kuota harian,” kata Khofifah. “Artinya kalau produksi perusahaan ini bisa digunakan untuk Jatim saya ingin minta kuota harian. Mengapa harian karena tempat yang lain juga membutuhkan segera untuk APD ini,” lanjutnya.

Khofifah memastikan bahwa APD dalam bentuk hazmat yang diproduksi perusahaan ini memenuhi standar WHO dan berkualitas premium.

Di sisi lain, dalam berupaya mencukupi kebutuhan APD  di Jatim saat ini ada sebanyak 5 SMK di Jatim yang juga dengan sukarela memproduksi hazmat untuk APD para tenaga medis.

Seperti SMKN 2 Lamongan, SMKN 2 Kalitengah, SMKN Sarirejo, SMKN Sambeng, dan SMK NU 2 Kedungpring. Masing-masing sekolah yang memberikan sensitivitas membuat hamzat itu adalah para siswa jurusan tata busana.

Owner PT Putrateja Sempurna HM Supriyono mengaku siap memberikan kuota harian. Untuk jumlahnya akan langsung dikoordinasikan dengan Pemprov Jatim sesuai dengan kebutuhan.

“Kita ikuti apa yang menjadi arahan pemerintah untuk peduli corona dan membuat APD. Kita akan memproduksi hazmat 3 juta buah hingga tiga bulan ke depan. Kita juga membuat masker. Ini demi kepentingan nasional, yang produksi fashion kita sampingkan dulu,” ucap Supriyono. (A-2)

BERITA TERKAIT