02 April 2020, 15:48 WIB

Sangat Mengkhawatirkan, Anies: 401 Warga Meninggal


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan sudah ada 401 warga yang dimakamkan selama wabah Covid-19 merebak di DKI Jakarta. Pihaknya melakukan monitoring di Dinas Pertamanan dan Kehutanan Kota yang mengurusi pemakaman warga Jakarta.

"Sampai dengan kemarin itu jumlah yang meninggal dimakamkan dengan cara Covid-19 ada 401 kasus. Pagi ini saja ada 38 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19. Ini (datanya) baru setengah hari," ujar Anies dalam rapat jarak jauh dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta, Kamis (2/4).

Anies menjabarkan kasus positif Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 885 kasus dengan 90 orang meninggal dunia. Ia mengatakan bahwa case fatality rate (CFR) mencapau 10 persen.

Dari 10 persen itu lebih dari 2 kali lipat kasus positifnya, dibandingkan angka rata-rata global sebesar 4,4 persen. Sedangkan di Jakarta capai 10 persen case fatality rate.

"Ini sangat mengkhawatirkan. Karena itu lah mengapa pada awal pekan kemarin, kami mengirimkan surat pada bapak presiden mengajukan agar dilakukan langkah pembatasan ekstrem. Waktu itu kami usulkan karantina wilayah," ungkap Anies.

Anies juga mengatakan bakal melaksanakan aturan yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Penerbitan PP itu didahului dengan Keppres Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

"Kami sudah mendengar ada keputusan pembatasan sosial berskala besar. Jadi, sekarang langkah ke depan kita adalah melaksanakan sesuai dengan PP 21," pungkas Anies. (OL-4)

BERITA TERKAIT