02 April 2020, 12:58 WIB

Dijanjikan Hotel Bintang, Penginapan Tenaga Medis Memprihatinkan


Wibowo Sangkala | Nusantara

KONDISI  tempat karantina bagi tenaga medis di Rumah Sakit Umum (RSUD) Banten, terbongkar. Tempat karantina atau isolasi bagi tenaga medis ini sebelumnya disebut-sebut setara dengan hotel bintang lima. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Para tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam penanganan pandemik covid-19, tidur di lantai hanya beralaskan kasur. Bahkan mereka berhimpit-himpitan karena terdapat 24 kasur dalam sebuah ruangan.

Karantina tenaga medis ini diberikan  oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten, sejak RSUD Banten diubah statusnya menjadi rumah sakit rujukan khusus korona. Gedung karantina tenaga medis ini berada di Rumah Dinas Gubernur Banten yang tidak terpakai di Jalan Brigjen Kiai Syamun, Kota Serang.

Sekretaris Komisi V DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan, sangat menyayangkan kondisi tersebut. Para tenaga medis yang bekerja di rumah sakit rujukan korona sangat rentan terpapar covid-19.

"Ini memprihatinkan sekali. Padahal sebelumnya dikatakan fasilitasnya setara dengan hotel berbintang lima," ungkap Fitron, Kamis (2/4).

Bahkan menurut Fitron, para tenaga medis seharusnya mendapat jaminan kesehatan dan fasilitas yang layak.

"Para tenaga medis sudah rela meninggalkan keluarga untuk tinggal di karantina, tapi fasilitas yang diberikan tidak sebanding dengan risiko yang mereka hadapi," ungkap Fitron.

baca juga: Medan Siapkan Kuburan Khusus Korban Covid-19

Ironis, tambah Fitron, Provinsi Banten telah menganggarkan Rp107 miliar untuk menangani tenaga medis tersebut. Namun gedung karantina yang menampung 127 tenaga medis jauh dari standar. 

"Padahal anggarannya besar, Rp107 miliar, tapi faktanya jauh dari standar," tambah Fitron. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT