02 April 2020, 12:41 WIB

Kelola Blok Rokan, Kepedulian Pertamina Diharap Berdampak Nyata


Antara | Ekonomi

KEPEDULIAN Pertamina diharapkan berdampak lebih nyata pasca alih kelola Blok Rokan Agustus 2021. Harapan tersebut dinilai realistis, karena Pertamina juga sudah menunjukkan kepedulian besar kepada masyarakat Riau. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (2/4).

“Sebagai BUMN besar, kepedulian Pertamina sudah terbukti dibandingkan perusahaan minyak lain, terutama asing,” kata Dahlan. 

Pertamina, lanjut Dahlan, banyak bekerja sama dengan pemda, DPRD serta Dinas Koperasi dan UMKM di Provinsi Riau melaui program kemitraan-bina lingkungan. Pertamina juga lebih peduli, antara lain dengan menbentuk UMKM binaan dan desa percontohan.

“Sebaran CSR (corporate social responsibilty) Pertamina tidak hanya di lingkungan konsesinya, tetapi merata hampir di seluruh Riau. Bahkan, Kabupaten Indragiri Hilir yang tidak memiliki ladang minyak pun memperoleh dukungan Pertamina,” imbuhnya.

“Itu sebabnya, setelah mengambil alih Blok Rokan, kita berharap CSR atas operasional pengelolaan ladang minyak di Riau menjadi lebih nyata manfaatnya bagi masyarakat,” kata Dahlan.

Di sisi lain Dahlan juga berharap bahwa efek pengganda setelah Rokan dikelola Pertamina, bisa berlanjut pasca pengelolaan oleh Chevron. Termasuk di antaranya, lanjut Dahlan, untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Bahkan di bidang kesehatan, concern Pertamina di berbagai konsesi tak perlu diragukan lagi. Hal itu yang juga diharapkan bisa terwujud di Riau setelah beralihnya penguasaan Blok Rokan.

Begitu pula penguatan kapabilitas pengusaha lokal. Selama ini telah terjadi transfer pengetahuan dan tata kelola bisnis yang berhasil diadopsi oleh SDM lokal.  Banyaknya pengusaha Riau yang beranjak dari kemitraan tersebut, diharapkan juga berlanjut ketika Rokan dikelola Pertamina. 

Terkait manfaat ekonomi, Dahlan mengatakan bahwa kegiatan perminyakan tidak secara langsung berdampak kepada masyarakat. Artinya, sektor perminyakan mentransmisi pengaruhnya melalui aktivitas ekonomi lain, seperti penyediaan akomodasi makan-minum yang dibutuhkan karyawan dan pekerja rekanan perusahaan.

Jika nanti pengelolaan dialihkan ke Pertamina, Dahlan meyakini bahwa aktivitas tersebut juga terus berlanjut.  “Hal yang mungkin berubah adalah struktur tenaga kerja, dimana Pertamina akan mengurangi penggunaan expatriate,” tegas Dahlan.  

Selama ini, Pertamina memang aktif melaksanakan CSR di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi di Riau. CSR tersebut diimplementasikan melalui Program Kemitraan (PK) dan Bina Lingkungan (BL), dengan lokasi sasaran yang luas. Termasuk di antaranya IT Dumai, FT Sei Siak, dan bahkan Indragiri Hilir. Melalui berbagai program andalan, BUMN tersebut memperoleh berbagai penghargaan, antara lain Nusantara CSR Award dan La Trofi Scholl of CSR.

Melalui Program Kemitraan (PK), Pertamina membantu pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan memberikan program bergulir. PK memberikan modal lunak hinga Rp200 juta dengan masa hingga 3 tahun.

Selain pinjaman modal, PK juga melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada mitra binaan UMKM. Pada 2019, penyaluran pada bidang pertanian, perdagangan, peternakan, perkebunan, perikanan, dan jasa.  
 
Sementara melalui Bina Lingkungan (BL), Pertamina memberi bantuan yang bersifat hibah atau charity. Umumnya berupa pembangunan saranan dan prasarana umum. Realisasi penyaluran BL adalah untuk sarana ibadah, sosial kemasyarakatan, dan pendidikan. (Antara/OL-09)

BERITA TERKAIT