02 April 2020, 09:20 WIB

Jenazah Penembakan KKB Dipulangkan ke Selandia Baru


(Medcom/Che/P-5) | Politik dan Hukum

JENAZAH korban penembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB), Graeme Thomas Wall, dipulangkan ke Selandia Baru. Jenazah pria berusia 57 tahun itu disimpan dalam peti dan dibawa dari rumah sakit dengan mobil ambulans sekitar pukul 09.30 WIT ke Bandara Lama Mozes Kilangin Timika, Papua.

”Telah diberangkatkan jenazah korban penembakkan KKB, Graeme Thomas Wall, ke Selandia Baru melalui Jakarta,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasikan, Jakarta, kemarin.

Kamal mengatakan jenazah Graeme dibawa dengan menggunakan pesawat Air Fast PKOCS dari Timika ke Jakarta. Dari Jakarta, jenazah langsung diterbangkan ke Selandia Baru.

Anggota KKB menyerang PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (30/3). Sejumlah pegawai Freeport menjadi korban.

Graeme tewas tertembak dan dua orang lainnya mengalami luka-luka dan tengah mendapat perawatan di RS Tembagapura.

Dua korban warga Indonesia itu bernama Ucok Simanungkalit dan Jibril Bahar.

Satu orang mengalami luka tembak di bagian perut kanan dan paha kanan dan seorang lain terluka pada siku kanan dan punggung belakang.

Sementara itu, Freeport dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia mengatakan perusahaan bekerja sama dengan pasukan keamanan pemerintah untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan lebih lanjut di seluruh wilayah Kuala Kencana pascainsiden itu.

”Perusahaan sedang bekerja erat bersama pihak pasukan keamanan pemerintah untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan lebih lanjut di seluruh wilayah Kuala Kencana,” kata juru bicara PTFI Riza Pratama.

Riza menyebutkan, tak lama setelah terjadinya insiden, patrol pasukan bersenjata telah ditambah di seluruh Kuala Kencana, yang berfokus pada area-area permukiman pada malam hari dan ditingkatkan pada area-area komunitas dan area kerja pada siang hari.

”Kami menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius,” ujarnya.

Menurut Riza, pihaknya saat ini terus memprioritaskan keselamatan para karyawan PT FI dan keluarganya. ”Saat ini, perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di Kuala Kencana sampai waktu yang dinyatakan aman oleh pihak keamanan,” ungkapnya. (Medcom/Che/P-5)

BERITA TERKAIT