01 April 2020, 21:00 WIB

Program Dasa Wisma Jadi Bagian Pencegahan Penularan Covid-19


Anton Kustedja | Humaniora

DI tengah pandemi covid-19, program Dasa Wisma 10 Rumah Aman yang digagas Kantor Staf Presiden (KSP) ikut bertransformasi menjadi agen pnlencegaan penyebaran covid-19 berbasis komunitas.

Saat ini sudah terbentuk 10 komunitas di berbagai wilayah dan akan segera diperluas sebagai embrio untuk sebuah kecamatan. 

“Kita mengujicoba kegiatan berbasis program Dasa Wisma dengan membangun partisipasi publik melawan korona,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam keterangan tertulisnya.

Moeldoko yakin partisipasi publik akan sangat membantu pemerintah mengatasi penyebaran covid-19. Dalam program ini, publik membentuk komunitas berbasis daring secara aktif dan mandiri. 

Masyarakat yang terlibat, nanti akan mendapat supervisi dari relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Puskesmas terdekat.

Memanfaatkan grup percakaan di aplikasi Whatsapps (WAG), setiap kelompok terisi 30-40 kepala keluarga atau rumah. Program ini langsung mendapat respon masyarakat di Legok, Tangerang, Banten. Mereka membentuk mata rantai komunitas berbasis teknologi. 

“Kami langsung bergerak begitu tahu ada program 10 Rumah Aman. Sebab, kami tahu bila program ini sangat bagus untuk memutus sebaran covid-19. Sekarang lingkungan RT bisa terhubung kembali satu sama lain dengan arah yang jelas,” kata Agus Heri Nugroho, Ketua RT.3/RW.9, Perum Legok Permai-Blok Flamboyan, Legok, Tangerang, Banten.

Fungsi program pun terus berkembang. Dampak negatif Covid-19 secara ekonomi ikut diperhatikan. Secara gotong royong, mereka ikut mengumpulkan donasi logistik. 

Beragam bantuan itu akan disalurkan pada pihak yang membutuhkan di wilayah RT masing-masing. Pengumpulan dan pembagian donasinya dilakukan secara aman. Caranya, donasi logistik diletakan di depan rumah.

“Secara khusus kami menyambut baik program ini. Selain sosial, di situ ada aspek kemanusiaannya. Para warga yang kesulitan secara ekonomi karena covid-19 akan dibantu secara gotong royong. Hal ini juga sudah mulai berjalan. Sembako dikumpulkan lalu diberikan kepada yang memerlukan,” papar Yana, Ketua RT.10/RW.03, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca juga : Pakar UGM Prediksi Covid-19 di Indonesia Tuntas Akhir Mei 2020

Melalui WAG, struktur kelompok ini juga terbentuk rapi. Selain ada ketuanya, kelompok ini menunjuk Petugas Dasa Wisma atau Karang Taruna. Mereka memastikan anggotanya mengikuti gerakan #DiRumahSaja dan rutin memonitor Suhu Tubuh setiap warganya. 

Informasi tersebut lalu dilaporkan kepada Ketua Kelompok melalui WAG. Dilakukan secara marathon, informasi itu lalu diteruskan kepada Ketua RT.

Warga secara mandiri terus mengantisipasi gejala paparan Covid-19. Sebut saja, kenaikan suhu badan di atas 37,5 derajat celcius. Tanda lain munculnya radang tenggorokan, batuk, sesak nafas dengan durasi 2 hari atau lebih. 

Muryanto, Ketua RT.4/RW.9, Perum Legok Permai Blok Flamboyan, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten mengatakan, masyarakat pro-aktif terhadap himbauan pemerintah.

“Pada hakikatnya masyarakat selalu pro aktif terhadap beragam program pemerintah. Himbauan dari pemerintah selalu diikuti, termasuk 10 Rumah Aman ini. Secara rutin kami mengecek suhu tubuh dan mengenali potensi munculnya tanda-tanda Covid-19,” kata Muryanto.

Untuk melindungi Petugas Ukur Suhu, beberapa perlengkapan perlindungan disiapkan. Mereka mengenakan Masker dan Sarung Tangan.rutin mencuci tangan atau disinfektan baik sebelum atau sesudah bertugas. 

Setiap informasi yang masuk selalu dicatat. Mereka juga tidak lupa membangun komunikasi dengan para tenaga medis di daerahnya hingga ambulans terdekat.

“Implementasi program 10 Rumah Aman ini berjalan bagus. Aktivitasnya berjalan normal dan tanpa kendala. Semua warga dimonitor dan datanya dicatat lalu diteruskan kepada lembaga terkait. Untuk alat perlindungan diri diberikan sesuai prosedur,” tegas Adi Siswoyo, Ketua RT.02/RW.011, Komplek Permata Mansion Cluster Sapphire, Serua, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Kepala Staf Presiden Moeldoko pun optimistis, mata rantai sebaran Covid-19 akan cepat terputus dan lenyap di Indonesia. 

Satu sisi publik tetap mendapatkan jaminan kesejahteraan secara ekonomi secara gotong-royong. Apalagi, respon cepat dan penanganan terukur selalu diberikan pemerintah.

“Kami apresiasi atas kepedulian masyarakat memerangi Covid-19 di Indonesia. Semua elemen harus bersinergi. Dengan soliditas gotong royong seperti ini, kami yakin beragam problem Covid-19 akan cepat selesai sesuai skenario. Impact tekanan yang ditimbulkannya secara ekonomi juga bisa diatasi secara tuntas,” tutup Moeldoko. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT