01 April 2020, 23:07 WIB

Pembalap MotoGP Ini Dihukum 18 Bulan Tak Ikut Balapan


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

SIDANG  disiplin Federasi Motorsport Internasional (FIM) menghukum Andrea Iannone untuk tidak ikut balap di MotoGP selama 18 bulan.

Hukuman terhadap mantan rider tim Ducati dan Suzuki itu karena kedapatan doping saat ikut GP Malaysia 2019.

Dia dihukum terhitung sejak sejak 17 Desember 2019 hingga 16 Juni 2021. Konsekuensinya Iannone tak bisa perkuat Aprilia dalam serangkaian tes pramusim 2020. Kontraknya di Aprilia pada 2020 dinyatakan gugur.

Namun, hakim juga mengamini kalau rider tim pabrikan Aprilia itu tak sengaja melakukan doping. Hakim menerima pembelaan pengacara Iannone bahwa doping berasal dari bahan-bahan makanan, namun pebalap asal Italia itu ditetapkan bersalah karena tidak memeriksa zat terlarang dan timnya tidak mengawasi insiden tersebut.

Dalam dua kali pemeriksaan, dalam urine Iannone ditemukan sejumlah kecil steroid anabolik yang termasuk dalam katagori doping untuk meningkatkan daya tahan fisik.

Tim Iannone, Aprilia, mengatakan mereka akan naik banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) karena FIM telah mengakui kemungkinan kontaminasi makanan.

"Di satu sisi mereka mengakui ketidakbersalahan saya, karena mereka berbicara tentang kontaminasi tidak disengaja, tetapi kami kalah karena saya dihukum," kata Iannone dikutip dari AFP.

Iannone didiskualifikasi dari dua putaran terakhir musim 2019 di Malaysia dan Valencia, tetapi tetap berada di urutan 16 dalam klasemen dengan 43 poin, karena ia gagal menyelesaikan kedua balapan.

CEO Aprilia Massimo Rivola. mengatakan Iannone punya waktu tiga minggu untuk lakukan banding ke Pengadilan Olahraga Dunia di Swiss.

"Hukuman itu membuat kami bingung dengan hukuman yang dijatuhkan pada Andrea tetapi juga sangat puas," kata Massimo Rivola dalam sebuah pernyataan.

"Kami ingin Andrea mengendarai Aprilia RS-GP-nya, kami akan berada di sisinya sampai akhir dan kami akan mendukungnya dalam permohonannya." tambahnya.

Rivola berharap Iannone bebas agar bisa mengikuti kompetisi MotoGP 2020 begitu kompetisi dimulai. Ia akui pandemi Coronavirus yang menghambat kompetisi musim ini sedikit menguntungkan Iannone lantaran belum ada race resmi yang ia tinggalkan. (OL-8)

BERITA TERKAIT