01 April 2020, 17:00 WIB

Bantu Siswa Belajar Dari Rumah, CERDAS Bawa Kurikulum AS


Muhammad Syahrul Ramadhan | Humaniora

CENTER for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) menggandeng Arizona State University meluncurkan program pembelajaran daring menggunakan kurikulum Amerika Serikat (AS).  Program itu didukung teknologi dan materi dari The Urban Green Education Project dan Lincoln Learning Solutions.

Direktur Eksekutif CERDAS, Indra Charismiadji mengatakan, program itu diusung untuk menjawab kebutuhan pembelajaran daring selama masa darurat virus korona (covid-19). 

Sebab ia menilai, para guru masih gagap dengan pembelajaran daring, sehingga lebih memilih membebani murid dengan tugas yang banyak.

"Dua pekan ini kita melihat betapa gagapnya para pendidik kita. Saya ambil inisiatif dengan lembaga paling top, kerja sama dengan Arizona State University,” kata Indra dalam konferensi video di Jakarta, Rabu (1/4)

Menurut Indra, guru seharusnya tak lagi memberi penjelasan melalui aplikasi konferensi video saat pembelajaran daring. Pola belajar memanfaatkan teknologi dan internet ini juga tak perlu menggunakan materi animasi. 

Apalagi, sekadar memberikan banyak tugas kepada murid.  Model pembelajaran daring seharusnya berorientasi pada kemampuan siswa memecahkan masalah, kritis, kolaboratif, komunikatif, kreatif, dan inovatif. Guru harus tetap menjadi teladan, fasilitator, dan motivator. 

"Kemitraan internasional ini akan memberikan kesempatan pagi para pendidik Indonesia untuk belajar langsung dari pakarnya," ujarnya.

Indra menjelaskan, program ini dihadirkan untuk jenjang Taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Bahkan, bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa sekaligus mendapatkan ijazah ganda atau dual high school diploma dari Amerika Serikat. 

Program itu pun dipastikan tidak memengaruhi kurikulum yang sudah ada di sekolah.

Baca juga : Di Tengah Wabah Covid-19, Kursus Bahasa Inggris Bisa dari Rumah  

"Tapi siswa yang mau ikut bisa kita ikutkan dalam program daring untuk bisa lulus SMA, bahkan sampai masuk perguruan tinggi. Dalam dua tahun sekolah bisa berubah jadi sekolah daring berkualitas," jelasnya.

Indra mengatakan, program ini sudah memiliki sistem manajemen pembelajaran. Materi mata pelajaran maupun jadwal juga sudah tertata.

Para pelajar SMA bisa mengikuti perkuliahan di Arizona State University. Kelas yang bisa diambil yakni mata kuliah umum. 

Program ini disebut bisa mengakselerasi siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Amerika Serikat, baik ke Arizona State University, maupun kampus lainnya di Negeri Paman Sam ini.

Biaya untuk mengikuti pembelajaran ini pun terjangkau, sekitar Rp500 ribu per bulan. Menurut Indra, nominal ini jauh lebih murah ketimbang program internasional lainnya di Indonesia.

"Melalui proses negosiasi yang panjang, akhirnya program ini dapat berjalan di Indonesia dengan biaya yang sangat terjangkau,” terangnya.

Founder Urban Green Project Don Lamiso menambahkan, program ini bertujuan untuk menyetarakan akses pendidikan di Indonesia. Program ini sudah dilakukan oleh sekolah-sekolah di sejumlah negara seperti Tiongkok, Thailand, dan negara-negara di Amerika bagian selatan.

"Proyek kami utamanya mengedepankan penyetaran dan akses. Semua anak punya akses. Kita membawa kurikulum terbaik di dunia ke dalam ruang kelas secara digital," jelasnya.(Medcom/OL-7)

BERITA TERKAIT