01 April 2020, 16:37 WIB

Kasus Virus Korona Tanpa Gejala Bermunculan di Tiongkok


Nur Aivanni | Internasional

Tiongkok, pada Rabu (1/4), mengatakan memiliki lebih dari 1.300 kasus virus korona tanpa gejala. Data tersebut pertama kali dirilis menyusul kekhawatiran publik terhadap orang yang dinyatakan positif tetapi tidak menunjukkan gejala.

Para pejabat kesehatan juga melaporkan kasus impor pertama dari luar negeri di Wuhan meningkatkan kekhawatiran infeksi dibawa ke Tiongkok dari negara lain.

Dikutip dari AFP, dari 36 kasus baru yang dilaporkan hari ini, 35 kasus diimpor dari luar negeri.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Tiongkok mengatakan 1.367 pasien tanpa gejala sedang dalam pengamatan medis, dengan 130 kasus baru yang baru ditambahkan pada hari terakhir.

NHC mengumumkan, pada Selasa (31/3), bahwa mereka akan merespons kekhawatiran publik dengan mulai mengumumkan data harian tentang kasus-kasus tanpa gejala.

Namun, kasus tanpa gejala tidak ditambahkan ke penghitungan resmi kecuali mereka kemudian menunjukkan gejala klinis.

Data historis tentang mereka yang terinfeksi tanpa menunjukkan gejala belum dipublikasikan.

Tiongkok mengatakan semua kasus tanpa gejala yang terdeteksi dan kontak dekat mereka harus menjalani karantina terpusat selama 14 hari.

Para ahli sepakat bahwa pasien tanpa gejala kemungkinan akan menular, tetapi masih belum diketahui seberapa bertanggung jawab mereka untuk menyebarkan virus yang mematikan itu.

Banyak negara lain termasuk Korea Selatan dan Jepang menghitung kasus tanpa gejala dalam penghitungan nasional diagnosis yang dikonfirmasi.

Sekarang ada 81.554 infeksi di Tiongkok, dengan 3.312 kematian yang sebagian besar terpusat di Wuhan dan sekitar provinsi Hubei. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT