01 April 2020, 16:40 WIB

Lawan Covid-19, Napi Rutan Depok Berjemur Massal


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

GUNA pencegahan virus corona atau Covid-19 ribuan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yaitu Narapidana dan tahanan berjemur di lapangan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cilodong, Kota Depok, Rabu (1/4).

Selain itu, mereka juga diberikan penjelasan tentang prilaku hidup bersih, makanan-makanan sehat (Extra Fooding) berupa bubur kacang ijo dan wedang jahe serta perlengkapan mandi anti septik.

"Untuk mencegah sebaran dan tidak terpapar Covid-19 warga binaan harus meningkatkan imunitas dan perilaku hidup sehat. Diantaranya berjemur massal selama 30 menit, pemberian Extra Fooding dan perlengkapan mandi anti septik untuk WBP, " kata Kepala Rutan Kota Depok Dedy Cahyadi saat dihubungi, Rabu (1/4).

Selama masa tanggap darurat Covid-19 diberlakukan, dia mengaku tetap melakukan karantina terhadap WBP dan tahanan di Rutan setempat.

Salah satu bentuk karantinanya, dengan cara, meniadakan layanan kunjungan dan mengganti layanan virtual berupa layanan Video Call dan Persidangan yang dilakukan secara online yang terintegrasi dengan instansi-instansi terkait.

"Sentra Komunikasi Digital Rutan Kota Depok menyediakan fasilitas layanan Video Call gratis kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. Selain itu para Tahanan yang masih bersidang di Pengadilan dilakukan secara online yang terintegrasi dengan Kejaksaan," imbunya.

Sedangkan layanan Top Up E-PAS Card, Dedy menuturkan akan tetap dibuka, layanan itu merupakan pengisian saldo uang elektronik yang dipergunakan sebagai alat pembayaran warga binaan Rutan Kota Depok.

"Kegiatan pembinaan kerohanian yang melibatkan mitra pembinaan kerohanian Rutan Kota Depok untuk sementara diliburkan, dan pembinaan kerohanian tetap dilaksanakan dengan pembimbingan internal oleh petugas," paparnya.

Semantara itu, Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Agung Nurbani mengungkapkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Rutan Kota Depok. Pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh area jantor dan blok hunian.

"Konsisten melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebanyak 2 kali sehari dan menerapkan jaga jarak aman (Social Distancing)," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Lepas Napi Besar-besaran, Kememkumhan tidak Boleh Diskriminatif
Baca Juga: 300 Siswa Setukpa Polri Sukabumi Positif Korona

BERITA TERKAIT