01 April 2020, 14:43 WIB

Anggaran Kartu Prakerja Naik Rp10 Triliun


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp405,1 triliun untuk menghadapi dampak pandemi virus korona atau covid-19 pada perekonomian nasional. Penganggaran itu diberikan lantaran kebijakan stimulus I dan II dinilai tidak lagi relevan mengantisipasi meluasnya sebaran covid-19 di Indonesia.

Dari Rp405,1 triliun itu pemerintah membaginya kepada empat prioritas yakni untuk kesehatan sebesar Rp75 triliun, social safety net akan diperluas sebesar Rp110 triliun, dukungan kepada industri Rp70,1 triliun serta dukungan pembiayaan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp150 triliun.

Pada social safet net yang dianggarakan sebesar Rp110 triliun, didalamnya termasuk penaikkan anggaran program kartu prakerja sebesar Rp10 triliun. Dengan demikian anggaran yang tersedia bagi program baru itu mencapai Rp20 triliun untuk diberikan kepada 5,6 juta pekerja formal, informal dan pelaku usaha mikro dan kecil.

Nantinya tiap orang yang mengikuti program kartu prakerja akan mendapatkan uang sebesar Rp3.550.000 per individu. Besaran nominal itu terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan dan insentif survei kepekerjaan sebesar Rp150.000.

"Tujuan program ini untuk meningkatkan daya beli dan mengurangi beban biaya hidup bagi pekerja dan pelaku usaha yang terdampak covid-19," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video conference, Rabu (1/4).

Ia menambahkan, selama pandemi covid-19 masih merebak, masa peserta program kartu prakerja akan diarahkan untuk mengambil pelatihan berbasis daring.

Adapun platform digital yang bekerja sama dengan Program Kartu Prakerja, untuk sampai saat ini antara lain: Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.

Lebih lanjut, Airlangga menuturkan, anggaran yang disediakan pemerintah sebesar Rp405,1 triliun ialah untuk mencegah terjadinya krisis ekonomi dan keuangan.

"Jadi stimulus Rp405,1 ini adalah stimulus yang diberikan agar kita tidak masuk dalam skenario terburuk. Jadi dalam kebijakan ini kita dorong pada skenario yang moderat," pungkas Airlangga. (E-3)

BERITA TERKAIT