01 April 2020, 12:24 WIB

Dukung Cegah Covid-19, Bank UOB Terapkan Relaksasi Kredit


mediaindonesia.com | Ekonomi

DENGAN semakin merebaknya pandemi Covid-19, pemerintah meminta masyarakat menerapkan ta penarapan physical distancing serta anjuran tinggal di rumah serta menghindari kerumunan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Pemerintah Indonesia melalui pernyataan Presiden Joko Widodo telah meminta pihak perbankan untuk melakukan relaksasi kredit dalam upaya meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi pandemi Covid-19.

PT Bank UOB Indonesia (UOBI) telah mengambil langkah dan kebjikan sesuai yang diperintahkan Presiden Jokowi terkait relaksasi kredit. Dalam keterangan persnya, Rabu (1/3), PT Bank UOB Indonesia (UOBI) menyatakan pihaknya sangat memahami pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang bervariasi kepada debiturnya.

“Oleh karena itu, sejalan dengan misi dan nilai-nilai kami, Bank UOB berkomitmen untuk terus mendukung debitur terutama di masa sulit seperti ini dengan memberikan program relaksasi kredit kepada debitur yang terdampak,” demikian penjelasan dari Bank UOB.

Relaksasi yang dilaksanakan Bank UOB sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK) No 11/PJOK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional yang berlaku sejak 16 Maret 2020 (PJOK No 11).

Namun Bank UOBI menjelaskan secara umum kriteria debitur yang mendapatkan program relaksasi kredit. Mereka yang mendapat kebijakan relaksasi atau keringan kredit adalah debitur yang termasuk debitur UMKM yang memiliki itikad baik.

Selain itu, debitur yang memiliki histori pembayaran yang baik selama ini dan sektor usahannya terkena dampak dari penyebaran Covid-19 di mana hal ini juga akan berdasarkan assessment atau penilaian UOBI.

“Program relaksasi ini akan disesuaikan dengan kondisi unik dari masing-masing debitur yang tekah memenuhi kriteria,” demikian keterangan Bank UOB.

Seiring dengan anjuran pemerintah yang menerapkan physical distancing, UOBI meminta para debitur tidak perlu mendatangi kantor pusat maupun Kantor Cabang Bank UOB. Namun debitur dapat menghubungi kami melalui Relation Manager atau UOB Contact Center 14008.

“Kami menganjurkan bapak dan ibu debitur hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi kami serta mengabaikan informasi yang berasal dari sumber yang tidak kredibel. Hal ini menghindari hoaks  yang merugikan kita semua,” pihak Bank UOB mengingatkan debiturnya. (OL-09)      

BERITA TERKAIT