01 April 2020, 09:48 WIB

Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Pekanbaru-Padang Seksi 1


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

PT Hutama Karya (Persero) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36 km. Dalam proses pembangunannya, ruas tol Pacin dihadapkan oleh kendala pembebasan lahan, sehingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Agar pembangunan ruas tol Pacin dapat terus berlanjut dan bisa segera dioperasikan untuk masyarakat.

Terkait pembebasan lahan untuk ruas tol Pacin, Hutama Karya terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Polda Sumatra Barat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk kelancaran pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini. Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno telah menandatangani penetapan lokasi (penlok) tahap ke-2 pembangunan ruas tol Pacin sebagai kelanjutan dari penlok tahap ke-1 yakni mulai dari KM 4,2- KM 36 pada Senin (30/3). Dengan adanya penetapan lokasi tersebut, maka proses pembebasan lahan dan konstruksi ruas tol Pacin sepanjang 36 km dapat berlanjut.

Penetapan lokasi tahap ke-2 ini telah tertuang dalam SK Gubernur Nomor 62_02-56_2020 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Padang-Pekanbaru. Proses penlok sendiri dilakukan melalui mediator yaitu Polda Sumatera Barat, kemudian penyerahan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah oleh Subdit Pengadaan Tanah Jalan Tol BPJT kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada Rabu, (11/2) silam.

"Saya harap dengan bantuan para pihak terkait, proses pengerjaan Tol Padang-Sicincin mulai dari KM 4,2 sampai dengan KM 36 dapat segera diselesaikan hingga ujung Sumatra Barat," tutur Irwan.  

Hingga hari ini, progres pembangunan ruas tol Pacin yang dikerjakan oleh PT HK Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor mencapai 18% proses konstruksi dan 11% pengadaan lahan (termasuk jalan akses).

Senior Execuitve Vice President Divisi Pengembangan Jalan Tol (PBJT) Hutama Karya Agung Fajarwanto mengatakan bahwa trase ruas tol Padang-Sicincin telah mengalami perubahan sehingga panjang tol yang semula 31 km menjadi 36 km.

"Relokasi trase dipilih agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Keputusan ini diambil untuk mempertimbangkan masyarakat setempat yang menyatakan bahwa tanah pembangunan tersebut merupakan tanah pusaka dan produktif. Sehingga kita memilih relokasi trase," ujarnya, Rabu (1/4).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pesatnya kemajuan progres pembebasan lahan saat ini, tak lepas dari dukungan banyak pihak, salah satunya Polda Sumatra Barat. 

"Dengan bantuan Polda Sumbar yang tidak hanya bertindak sebagai pengaman proyek ini, namun juga bergerak sebagai mediator terhadap masyarakat setempat. Sehingga proses berlangsungnya pembebasan lahan dapat berjalan dengan lancar," imbuh Fajar.

baca juga: Di Tengah Pembatasan Aktivitas, Legislator Ini Malah Blusukan

Hingga saat ini, sepanjang 500 km ruas tol JTTS telah terbangun dengan 368 km ruas tol telah beroperasi penuh. Adapun ruas Tol Pekanbaru-Padang sendiri terdiri dari 6 (enam) seksi yakni Seksi 1 Padang-Sicincin, Seksi 2 Sicincin-Bukittingi, seksi 3 Bukittinggi-Payakumbuh, Seksi 4 Payakumbuh-Pangkalan, seksi 5 Pangkalan-Bangkinang, dan seksi 6 Bangkinang-Pekanbaru. Secara keseluruhan ruas Tol Pekanbaru-Padang akan ditargetkan beroperasi pada tahun 2025. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT