31 March 2020, 16:53 WIB

Diguncang Covid-19, Minat Investor Pada SBN Masih Tinggi


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BANK ndonesia (BI) menyatakan minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) masih tinggi. Terlihat dari hasil lelang SBN yang dilakukan Kementerian Keuangan pada Selasa (31/3) ini.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan pemerintah berhasil meraih Rp 22,2 triliun dari hasil lelang SBN.

"Pada lelang SBN, Indonesia berhasil memenangkan Rp 22,2 triliun dari target 15 triliun. Selain itu, bid pada lelang tersebut tercatat Rp 35,5 triliun. Ini menunjukkan minat investor pada SBN atau investasi portofolio tinggi," jelas Perry melalui telekonferensi, Selasa (31/3).

Baca juga: Hadapi Covid-19, Menkeu: Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

Lebih lanjut, Perry mengungkapkan aliran dana keluar (capital outflow) mencapai Rp 145,1 triliun year to date (ytd). Itu terdiri dari Rp131,1 triliun SBN, kemudian saham Rp 9,9 triliun.

Tingginya capital outflow sebagian besar terjadi sepanjang pandemi virus korona (covid-19), yakni dari 20 Januari sampai 30 Maret. "Dapat dikatakan bahwa total outflow pada periode tersebut ialah Rp 167,9 trilun. Terdiri dari SBN Rp 153,4 triliun dan saham Rp 13,4 triliun," imbuh Perry.

Virus korona yang mewabah di seluruh negara telah menyebabkan kepanikan. Kondisi ini membuat capital outflow begitu tinggi. Namun, dengan langkah dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia, kepanikan mulai mereda walau ketidakpastian masih membayangi.

Baca juga: BI Gelontorkan Rp300 T Tahan Anjloknya Rupiah Akibat Covid-19

"BI berkomitmen terus melakukan stabilisasi di pasar. Baik stabilitas nilai tukar rupiah melalui spot, melalui DNDF dan juga melalui pembelian SBN di pasar sekunder. Itu triple intervention kami. Dan kami terus berada di pasar untuk melakukan itu," pungkasnya.

Perry menegaskan bank sentral telah membeli SBN sebesar Rp 172,5 triliun, yang di antaranya pembelian SBN dari pasar sekunder sebesar Rp 166,2 triliun, yang dilepas investor asing.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT