31 March 2020, 15:52 WIB

Ada Layanan Daring Pasar, Konsumen Tetap Bisa Menawar


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PERUMDA Pasar Jaya membuka layanan transaksi jual beli kebutuhan pangan berbasis daring. Layanan daring dapat diakses melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp.

Tujuan pengadaan layanan daring untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok tanpa harus keluar rumah. Hal itu sesuai imbauan pemerintah untuk menekan penyebaran virus korona (covid-19).

Dalam akun instragram @perumdapasarjaya, terdapat puluhan nomor WhatsApp pedagang yang berasal dari 86 pasar tradisional. Para pedagang bersedia melayani transaksi daring dengan pembeli.

Baca juga: Jakarta Darurat Covid-19, Anies Jamin Stok Bahan Pokok Aman

Humas Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza, mengungkapkan sambutan masyarakat cukup positif terhadap layanan ini. "Sambutannya sangai baik. Sudah mulai banyak warga yang memanfaatkan," kata Gatra saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (31/3).

Prosedur layanan daring ialah warga mengirimkan pesan kepada pedagang jenis komiditi, serta jumlah yang akan dibeli. Setelah terjadi kesepakatan harga, nantinya pembeli mengirimkan besaran harga yang harus dibayas dan biaya kirim. Pembeli kemudian mentrasfer uang ke rekening milik pedagang. Setelahnya, pedagang akan mengirimkan barang sesuai alamat pembeli.

"Tetap ada tawar-menawar. Karena itu kan hubungannya langsung antara pembeli dan pedagang. Kami tidak intervensi di situ. Tapi kami pastikan harganya masih sesuai harga pasar," tutur Gatra.

Baca juga: Polri Terus Godok Simulasi Karantina Wilayah Jakarta

Pedagang, lanjut Gatra, biasanya mengantar sendiri barang yang dijual. Namun, banyak juga yang memanfaatkan jasa ojek pangkalan dan ojek daring. Pasar yang menyediakan layanan penjualan daring terbanyak sejauh ini berada di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Gatra menambahkan pihaknya segera merespons dan membantu masyarakat jika tidak puas dengan komoditi yang dikirimkan pedagang. "Kalau memang barangnya jelek, tidak sesuai atau ada keluhan, silahkan lapor ke kami. Kami akan fasilitasi," pungkasnya.

Layanan penjualan daring ini tidak menghentikan operasional pasar. Menurutnya, pasar tradisional akan tetap dibuka selama belum perintah penutupan.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT