31 March 2020, 15:00 WIB

Atasi Covid-19, Pemda Diminta Siapkan Anggaran Khusus


Indriyani Astuti | Humaniora

PEMERINTAH daerah (pemda) diminta menyiapkan anggaran untuk menangani penyebaran virus korona (covid-19). Termasuk, memanfaatkan anggaran tidak terduga dari APBD.

Direktur Manajemen Kebencanaan dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal. mengatakan pemda diminta untuk mengambil langkah khusus terkait penanganan virus mematikan. Termasuk, menganalisis secara matang dan menghitung dampak ekonomi, berikut menyiapkan fasilitas pendukung.

Kemendagri, lanjut dia, telah mengeluarkan kebijakan sebagai pedoman pemda terkait penanganan covid-19. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid di daerah, berikut Surat Edaran tentang pembentukan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di daerah. Setidaknya, terdapat tiga poin utama yang harus dilakukan pemda.

Baca juga: Presiden Beri Kewenangan Pemda Tetapkan Status Covid-19

“Pertama, harus menganalisis secara matang dan menghitung dampak ekonomi dari penanganan covid-19. Kemudian, menyiapkan fasilitas yang dimilliki, seperti menambah tempat tidur dan menambah ruang isolasi," ujar Safrizal melalui telekonferensi dari di Graha BNPB, pada Selasa (31/3).

Kedua, pemda diminta memastikan keamanan dan keselamatan petugas medis dan memenuhi layanan sesuai standar pelayanan minimal. Serta, melakukan refokusing dan realokasi anggaran sesuai perkembangan situasi di daerah.

Pandemi covid-19 menyebabkan masyarakat dari golongan berpengasilan rendah atau pekerja harian kehilangan penghasilan. Oleh karena itu, pemda diminta memberikan bantuan sosial dan memastikan penanganan wabah virus korona, dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.

Lebih lanjut, Safrizal meminta pemda melaporkan perkembangan secara berkala kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pemda dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga dalam postur APBD. Misalnya untuk kegiatan penyelidikan epidemologis, penelusuran kontak dekat, alat sterilisasi dan uang lelah bagi petugas.

Baca juga: Jangan Abaikan Tiga Sumber Penularan Covid-19

Kedua, bidang pertolongan darurat yang dapat digunakan untuk pencegahan dan sosialisasi pada masyarakat, pengelolahan limbah berbahaya dan sampel laboratorium, berikut evakuasi korban dan pasien. Selain itu, perhatikan penatausahaan jenazah, makanan bagi pasien dan petugas medis, termasuk pengadaan alat evakuasi, sanitasi dan air bersih. Anggaran tidak terduga dapat digunakan untuk pengadaan air bersih, sewa alat transportasi, pengadaan baju pasien maupun APD bagi tenaga medis.

"Dapat juga digunakan untuk pengadaan alat kesehatan ventilator, disinfektan, atau untuk memenuhi kebutuhan papan. Banyak daerah yang kekurangan ruang isolasi. Maka pembangunan rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet, sedang diupayakan di beberapa daerah. Termasuk, tempat tinggal bagi petugas kesehatan," paparnya.

Beberapa daerah dikatakannya telah melakukan penguatan puskesmas. Awalnya, puskesmas tidak ditujukan untuk penanganan covid-19. Namun, beberapa provinsi memperkuat puskesma dalam penanganan penyakit menular.(OL-11)

BERITA TERKAIT