31 March 2020, 12:55 WIB

Gandeng BUMN, SKK Migas Hasilkan Efisiensi Rp 3,5 Triliun


mediaindonesia.com | Ekonomi

DALAM rangka meningkatkan efisiensi di tengah penurunan harga minyak, SKK Migas menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (persero), Citilink Indonesia, Surveyor Indonesia dan Sucofindo.

Kerja sama bertujuan meningkatkan penggunaan tingkat komponen dalam Negeri (TKDN) pada kegiatan usaha hulu migas. Nilai potensi penghematan yang dihasilkan selama lima tahun masa kontrak kerja diperkirakan mencapai Rp 3,5 Triliun.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah agar industri hulu migas nasional semakin efisien. Serta, bergairah dala, melakukan kegiatan peeningkat produksi “Tujuan kami adalah agar target produksi 1 juta barel pada 2030 dapat tercapai. Kerja sama ini adalah salah satu alat untuk mengusahakannya,” ujar Dwi, dalam keterangan resmi, Selasa (31/3).

Penandatanganan kerja sama antara SKK Migas dengan sejumlah BUMN dilakukan secara terpisah. Semua pihak bersepakat tidak mengadakan seremoni dan pertemuan, demi menekan penyebaran virus korona (covid-19).

Baca juga: Investasi Migas Sepanjang 2019 Capai Rp 171 Triliun

Untuk kerja sama dengan Pertamina yang berjalan hingga Agustus 2024, bertujuan membantu penyediaan kebutuhan barang operasi. Seperti, bahan bakar, pelumas dan petrochemical, yang akan digunakan industri hulu migas. Dengan adanya kerja sama tersebut, Pertamina akan memberikan potongan harga kepada sektor hulu migas, yang besaran diskonnya tergantung pada volume pembelian.

“Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan dan memaksimalkan penggunaan produk BBM, pelumas dan oil base yang dihasilkan Pertamina. Ini merupakan produksi dalam negeri untuk mendukung kegiatan usaha hulu migas,” tutur Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu, mengungkapkan kerja sama ini memberikan  potensi penghematan cukup signifikan, yaitu Rp 3,40 triliun selama periode kontrak, atau  Rp 682 miliar per tahun.  Kerja sama ini merupakan lanjutan kemitraan kedua belah pihak pada 2014 –2019. Berdasarkan data SKK Migas, pelaksanaan kerja sama selama lima tahun itu menghasilkan penghematan sebesar Rp 1,68 triliun, atau  Rp 336,8 miliar per tahun.

Sementara itu, kerja sama dengan Citilink dilakukan untuk mendukung kebutuhan moda transportasi udara di sektor hulu migas. Kerja sama ini untuk melengkapi kemitraan sebelumnya dengan maskapai full service milik negara. Citilink akan memberikan memberikan potongan harga 20% dari basic fair atas harga tiket pesawat dan pemberian bagasi sebesar 20 kg secara gratis kepada calon penumpang dari pekerja SKK Migas dan KKKS.

Baca juga: Berpotensi Dihapus Omnibus Law, SKK Migas: Hanya Berganti Bentuk

Dari pemberian diskon tersebut, SKK Migas dan KKKS menargetkan penghematan awal sebesar Rp 1,5 miliar. Nilainya diharapkan bertumbuh seiring peningkatan kegiatan proyek besar di hulu migas.  Direktur Utama Citilink, Juliandra, berharap kerja sama ini mampu memperluas segmen konsumen Citilink di sektor industri migas. Mengingat, area operasi SKK Migas tersebar di berbagai daerah dan mobilitas karyawan yang bekerja di sektor ini cukup tinggi.

Menyoroti kerja sama dengan Sucofindo-Surveyor Indonesia dilakukan untuk verifikasi realisasi TKDN kontrak barang dan jasa yang menunjang kegiatan KKKS. Melalui kerja sama ini Sucofindo-Surveyor Indonesia dan KKKS akan memberikan diskon minimal 5% dari standar yang dikeluarkan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO).  Atas diskon yang akan diberikan, potensi penghematan yang diperoleh hulu migas selama masa kontrak sekitar Rp 7,2 miliar. Berdasarkan data 2019, pengeluaran seluruh KKKS untuk kewajiban verifikasi TKDN mencapai Rp 105,3 miliar.

Selain aspek biaya, kerjasama verifikasi TKDN dengan Sucofindo-Surveyor Indonesia akan memberikan manfaat untuk standarisasi biaya verifikasi TKDN sejak WP&B, serta validitas database realisasi TKDN komoditas. Berikut, acuan referensi kemampuan dalam negeri pada proyek hulu migas. Manfaat lain yang diharapkan adalah proses pengajuan tanda sah TKDN ke Ditjen Migas yang lebih cepat. Bagi KKKS yang menggunakan skema gross split, verifikasi TKDN melalui lembaga independen Sucofindo-Surveyor Indonesia akan sangat membantu pengajuan realisasi Variabel Split TKDN.

Industri hulu migas telah menjadi penggerak perekonomian nasional, termasuk mendukung penguatan kapasitas industri nasional. Sejak 2014, SKK Migas berhasil menjaga TKDN di atas 55%. Setiap tahun penggunaan TKDN dapat ditingkatkan, hingga mencapai 61%  pada 2019 dari total nilai pengadaan US$  5,25 miliar.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT