31 March 2020, 11:28 WIB

Twitter Hapus Video Kontroversi Presiden Brasil soal Covid-19


Deri Dahuri | Internasional

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro telah melontarkan pernyataan kontroversial terkait upaya pencegahan pandemi virus korona atau Covid-19. Pernyataan Bolsonaro bertolak belakang dengan apa yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bahkan Bolsonaro telah berulang kali meremehkan keseriusan dalam pencegahan pandemi virus korona. Ia menyebut pandemi Covid-19 sebagai ‘flu’ biasa.

Bolsonaro juga menyerukan agar sekolah-sekolah dan toko-toko dibuka kembali di Brasil. Ia menegaskan bahwa isolasi diri hanya diperlukan bagi orang yang berusia di atas 60 tahun.

Akibat pernyataan Bolsonaro yang bertolak belakang dengan semangat mencegah pandemi Covid-19 yang menewaskan lebih dari 18 ribu orang dunia, pengeloa media sosial mengambil tindakan terhadap Presiden Brasil tersebut.

Baca juga :Tetap Kebaktian Saat Karantina, Pendeta di Florida Ditangkap

Pada Minggu (29/3), Twiiter menjelaskan pihaknya telah menghapus video-video yang berisikan pernyataan Bolsonaro sesuai dengan seruan global saat ini. Ucapan Bolsonaro sangat kontradiksi dengan infomasi kesehatan publik dari sumber resmi dan membuat risiko penularan Covid-19 meningkat.      

Video-video itu juga memperlihatkan pemimpin partai sayap kanan Brasil itu mencemooh penerapan social distancing yang dilaksanakan sendiri.

Bahkan Bolsonaro terlihat melakukan pertemuan dengan para pendukung di jalan-jalan Brasilia pada hari Minggu (29/3). Dia meminta masyarakat beraktivitas seperti biasa agar perekonomian tetap berjalan.

Bukan hanya Twitter, Facebook dan Instagram menghapus video dari Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada Senin (30/3). Facebook dan Instagram menilai tayangan video Bolsonaro telah menyebarkan informasi yang salah tentang upaya pencegahan virus korona.

"Kami menghapus konten di Facebook dan Instagram yang melanggar ketentuan penggunaan kami, yang tidak mengizinkan informasi yang salah yang dapat menyebabkan kerugian fisik bagi individu," kata Facebook dalam sebuah pernyataan dalam bahasa Portugis.

Pada Sabtu (28/3), Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta menyoroti pentingnya lockdown sebagai cara memerangi virus corona. Brasil telah melaporkan kasus Covid-19 terbanyak di kawasan Amerika Latin dengan 4.256 kasus dan 136 orang meninggal..

Pada Senin (30/3), Mandetta kembali menekankan pentingnya menjaga jarak sosial untuk memperlambat virus.

"Pada saat ini, kita harus menerapkan social distancing secara ketat sehingga kita dapat ... memberikan waktu bagi sistem (kesehatan) untuk memperkuat dirinya sendiri," katanya.

Pada Senin (30/3, dalam pernyataan bersama, kelompok oposisi utama Brasil mendesak Bolsonaro untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden. Mereka beralasan bahwa Bolsonaro telah melakukan kejahatan dengan kesalahan penanganan pandemi virus korona.

"Bolsonaro lebih dari sekadar masalah politik, ia telah menjadi masalah kesehatan masyarakat ... Ia harus mengundurkan diri," demikian  pernyataan kalangan oposisi yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh sayap kiri terkemuka. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT