31 March 2020, 10:10 WIB

Biaya Perjalanan Dinas OPD di Flotim Dipangkas Hingga 30%


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MENGHADAPI pandemi Covid-19, Pemkab Flores Timur, Nusa Tenggara Timur melakukan pemangkasan sejumlah pos anggaran APBD Tahun Anggaran 2020. Salah satunya adalah pemangkasan anggaran perjalanan dinas bagi Organisasi Perangkat Desa (OPD) di Flores Timur.

Bupati Flores Timur, Antonis Hubertus Gege Hadjon saat dikonfimasi Selasa (31/3), mengatakan pemangkasan anggaran APBD tahun 2020  bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk memaksimalkan percepatan penanganan wabah korona di daerah ini.

"Satgas Penanganan Covid-19 kan sudah dibentuk. Dan untuk urusan percepatan penanganan korona, pemerintah daerah pasti selalu menyiapkan anggaran berapun besaranya akan disiapkan untuk menghadapi korona ini. Tidak ada alasan tidak ada biaya, karean menindaklanjuti surat menteri keuangan. Sehingga kita lihat kembali biaya-biaya pada APBD TA 2020 untuk melakukan pemangkasan dan penghematan. Termasuk pula memangkas atau mengurangi biaya perjalanan dinas pada setiap OPD sebesar 20 hingga 30 persen. Hal tersebut sudah saya tegaskan dan telah memerintahkan Tim Anggara Daerah Flotim untuk segera membuat hitungannya. Semua ini kami lakukan demi kerja percepatan penanggulangan Covid-19 di daeerah ini," kata Anton.

Menurutnya upaya antisipatif ini tidak hanya terkait pemangkasan anggaran dalam mengahdapi korona. Tetapi juga sejumlah langkah peningkatan sarana medis, penutupan sementara jalur pelayaran Kapal Pelni, juga meningkatkan imbauan dan sosialisiasi bagi warga hingga ke pelosok desa untuk selalu mengkatkan pola hidup bersih dan sehat.

baca juga: Akhirnya Rumah Tidak Layak Huni Lansia di Cianjur Diperbaiki

"Menghadapi korona ini, kami sudah pesan pula APD untuk sarana medis, Rapid Test untuk pengecekan secara dini juga sudah dipesan. Selain itu pula, beberapa waktu lalu juga saya telah mengelurakan surat keputusan utnuk menutup sementara pelayaran kapal Pelni. Penyemprotan cairan disinfekatan juga terus dilakukan oleh satgas percepatan penanganan covid-19 di daerah ini. Semua pihak, baik TNI dan Polri, swasta, relawan dan warga diajak untuk bergotong royong menghadapi korona ini agar dapat mencegah penyebaran virus," sambung Anton. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT