31 March 2020, 09:58 WIB

Akhirnya Rumah Tidak Layak Huni Lansia di Cianjur Diperbaiki


Benny Bastiandy | Nusantara

INEUNG tak kuasa menahan haru. Air mata perempuan lanjut usia berumur 70 tahun warga Kampung Cidogdog RT 01/02, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu meleleh karena rumah tidak layak huni yang ditempatinya hampir puluhan tahun bakal segera diperbaiki.

Di selasar kayu di rumahnya, sambil duduk, Ineung beberapa kali mengucap kalimat hamdalah sebagai bentuk rasa syukur. Sambil terbata-bata, Ineung  pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada elemen masyarakat yang berniat membantu perbaikan rumahnya.

"Alhamdulillah. Syukur upami bade diomean mah. (Syukur kalau mau diperbaiki)," kata Ineung yang mengaku tak bisa berbahasa Indonesia, Selasa (31/3).

Kondisi rumah janda tua yang terbuat dari kayu dan bilik bambu ini nyaris roboh. Ukurannya sekitar 5×6 meter persegi. Sejak ditinggal mati suaminya, Ineung praktis berjuang sendiri memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun seiring berlanjutnya usia, Ineung yang sudah renta tak bisa berbuat banyak. Ia lebih banyak diam di rumah. Untuk kehidupan sehari-hari mengandalkan pemberian tetangganya.

Apalagi ia dibebani dengan kehadiran cucunya, Fanni, 10. Kedua orangtua cucunya sudah meninggal dunia. Sehingga Ineung pun harus merawat cucunya meskipun serba terbatas.

"Ayeuna cucu abdi kelas opat SD (sekarang cucu saya kelas 4 SD)," ucapnya. 

Dalam kondisi serba keterbatasan, nasib Ineung memang cukup ironis. Selama ini ia mengaku tak pernah terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang sekarang berubah jadi Program Sembako.

"Teu acan pernah aya bantosan (belum pernah ada bantuan)," tegasnya.

Perbaikan rumah tidak layak huni milik Ineung dibantu elemen masyarakat tergabung dalam Generasi Solidaritas Masyarakat (GSM). Bantuan perbaikan rutilahu milik Ineung didasari kepedulian nasib warga yang perlu bantuan tapi tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

Tokoh masyarakat Desa Sukaratu, Atub Supriatna, mengatakan kondisi bangunan rumah Ineung yang hidup menjanda memang perlu dibantu. Warga sebetulnya terus mendorong pemerintah agar segera membantu perbaikan rutilahu yang ditempati Ineung.

"Tapi sekarang alhamdulillah ada relawan (GSM) yang ternyata lebih cepat merespons kondisi di lapangan," terang Atub.

Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat yang peduli dengan kondisi warga lain yang membutuhkan bantuan. Di Desa Sukaratu sendiri terdapat hampir 40 unit rutilahu tersebar di berbagai kampung yang membutuhkan perbaikan.

"Mudah-mudahan ini jadi gerakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat," pungkasnya.

baca juga: Ketahanan Pangan Kalsel Cukup Jika Terjadi Karantina Wilayah

Pembina GSM, Ade Yusuf, mengatakan bantuan bahan material untuk pembangunan rutilahu milik Ineung diperoleh secara swadaya. Tujuannya ingin meringankan beban warga yang tingkat ekonominya masih di bawah.

"Apalagi emak Ineung ini kabarnya tidak terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah," tegasnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT