31 March 2020, 09:32 WIB

Ketahanan Pangan Kalsel Cukup Jika Terjadi Karantina Wilayah


Denny Susanto | Nusantara

KETAHANAN pangan Kalimantan Selatan dinilai mencukupi jika akhirnya pemerintah memutuskan karantina wilayah dalam rangka memutus rantai penyebaran virus korona di wilayah tersebut. Kalsel akan memasuki masa panen raya padi pada April dan Mei. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, Selasa (31/3). 

"Insyaallah untuk ketersediaan pangan Kalsel mencukupi hingga tiga bulan ke depan, jika nantinya pemerintah memutuskan karantina wilayah terkait penanganan korona," ungkapnya.

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait terutama Bulog dan Tim Satgas Pangan Kalsel.

"Sampai akhir Maret produksi padi kita sudah surplus 173.000 ton dan dilapangan akan memasuki puncak panen pada April dan Mei. Ketersedian jagung, cabe, bawang merah, telur, daging dan sayuran mencukupi. Kecuali gula dan terigu kendala pasokan dalam negeri memang tidak mencukupi," ujarnya.

Tinggal bagaimana mekanisme pengaturan karantina wilayah itu sendiri, khususnya yang perlu dijaga adalah distribusi pangan di perbatasan wilayah antar provinsi serta aksi penimbunan bahan kebutuhan pokok. Kalsel merupakan pintu masuk kebutuhan pokok untuk sebagian wilayah Kalteng dan Kaltim.

Sementara Kantor Wilayah Badan Usaha Logistik (Bulog) Kalsel menjamin stok pangan berupa beras aman hingga lima bulan ke depan. Stok beras cukup berlimpah mencapai 15.371 ton untuk beras cadangan pemerintah dan 752,9 ton beras komersial yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan.

Humas Bulog Kanwil Kalsel, Arif Mandu,  mengatakan setidaknya ada dua komoditas dibawah pengawasan Bulog saat ini dalam kondisi kosong yaitu gula dan tepung terigu. 

baca juga: Sidang Illegal Logging di Kalimantan Gunakan Video Conference

"Bulog telah mengambil langkah-langkah berupa pengajuan tambahan pasokan ke pemerintah pusat sebanyak 1.000 ton gula dan tepung terigu dalam proses muat di pelabuhan Jawa Tengah dan diperkirakan masuk ke Kalsel pada akhir Maret ini sebanyak 17 ton," ujarnya.

Pemprov Kalsel secara serius membahas kemungkinan diterapkannya karantina wilayah apabila wabah virus korona ini semakin parah.  (OL-3)

BERITA TERKAIT