30 March 2020, 15:30 WIB

Teluk Bintuni Siap Akselerasi Pembangunan Kawasan Industri Khusus


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

USAI ditetapkannya Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus (KIK), Pemerintah Kabupaten dan pusat terus membangun komunikasi aktif sebagai bentuk koordinasi lintas kementerian untuk percepatan pembangunan.

Seperti yang dilansir dari laman web Kementerian Perindustrian kppid.go.id, area yang dipersiapkan sebagai Kawasan Industri Teluk Bintuni ini, terletak di Desa Onar Baru, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dengan luas lahan sekitar 2.112 Hektare. 

Pengembangan industri disana berbasis Industri Pupuk dan Petrokimia, dengan nilai investasi sekitar Rp31,4 Triliun.

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengaku antusias terhadap penetapan wilayahnya, Antusiasmenya ditunjukkan lewat komitmen pemda dengan menandatangani alokasi 50 hektar lahan awal dari yang dibutuhkan sebagai langkah awal program akselerasi pembangunan ini.

"Sinergi dan sinkronisasi dari sisi perencanaan pembangunan nasional antara pemerintah daerah dan pusat menjadi penting untuk mendorong percepatan pembangunan di Teluk Bintuni. Kolaborasi tugas dan fungsi terus dibangun dengan komunikasi yang tepat dan konsisten," katanya dalam keterangan tertulis.

Di sisi lain, dengan ditetapkannya Teluk Bintuni sebagai KIK, diharapkan memberikan multiplier effect bagi kawasan tersebut. 

Masuknya berbagai investasi di Teluk Bintuni akan juga memberikan kenaikan angka penyerapan tenaga kerja yang bisa mempengaruhi statistik daerah, provinsi maupun negara. 

Baca juga : BI :Sinergi Kebijakan Kunci Ketahanan Ekonomi

“Ya ini sesuai cita-cita kita semua, menjadikan anak bangsa yang mempunyai daya saing, maju dan mempunyai masa depan yang cerah sesuai dengan visi Bapak Presiden Jokowi yaitu Menuju Indonesia Maju.” ujar Petrus.

Menyikapi pentingnya peningkatan sumber daya manusia di daerahnya, Petrus mengatakan telah mendirikan balai pelatihan yang diberi nama Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB).

Pemerintah kabupaten menggandeng Petrotekno Technical School untuk mempersiapkan sumber daya lokal yang dibutuhkan industri.

P2TIM-TB yang dioperasikan oleh Petrotekno telah meluluskan 489 tenaga kerja bersertifikasi nasional dan internasional siap pakai, sesuai dengan standar kebutuhan industri. 

Dengan dikurasi langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Engineering Construction Industry Training Board yang berkedudukan di Inggris, lulusan P2TIM-TB, Petrotekno memberikan jaminan kompetensi dari semua lulusannya.

Direktur Petrotekno Technical School Sarwono Pratomo Satrio menegaskan, kesiapan lulusan P2TIM-TB sebagai penggawa di dunia industri di Teluk Bintuni, 

“Apa yang kita ajarkan di P2TIM dan Petrotekno itu bukan hanya mengenai kemampuan menyerap keahlian untuk para peserta pelatihan saja. Mempersiapkan mereka menjadi sosok-sosok yang berkompeten dengan integritas sebagai tenaga kerja yang berdedikasi itu yang kita siapkan untuk menjawab kebutuhan industri di skala nasional dan internasional. Jadi bukan hanya di Bintuni saja,” ujar Sarwono. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT