30 March 2020, 23:20 WIB

Modi Minta Maaf kepada Kaum Miskin


AlJazeera/Hym/I-1 | Internasional

PERDANA Menteri (PM) India, Narendra Modi, meminta maaf ke orang-orang miskin di negara itu karena menjadi korban ekonomi dan manusia atas kebijakan penguncian wilayah (lockdown) nasional 21 hari.

Kritik meningkat karena kurangnya perencanaan yang memadai sebelum keputusan diambil. “Saya minta maaf karena mengambil langkah-langkah keras yang telah menyebabkan kesulitan dalam hidup Anda, terutama orang-orang miskin,” kata Modi dalam pidato bulanannya, Minggu (29/3), yang disiarkan di radio pemerintah.

“Saya tahu beberapa dari kalian akan marah pada saya. Tapi, tindakan keras ini diperlukan untuk memenangi pertempuran ini,” kata Modi.

Modi mengumumkan lockdown tiga minggu yang belum pernah terjadi sebelumnya yang terbesar di dunia yang mulai berlaku pada 25 Maret untuk mengekang penyebaran pandemi covid-19.

Namun, keputusan itu telah memukul jutaan rakyat miskin India, mengakibatkan banyak pekerja migran kelaparan dan memaksa orang-orang meninggalkan kota dan berjalan ratusan kilometer ke desa-desa asal mereka.

“Orang miskin pasti akan berpikir perdana menteri macam apa ini, yang telah menempatkan kita dalam banyak masalah,” kata Modi.

“Langkah-langkah yang diambil sejauh ini memberikan India kemenangan atas korona,” tambahnya.

Dikritik oposisi

Sejumlah oposisi, pengamat, termasuk warga India mengkritik pelaksanaan lockdown. Warga yang memutuskan mudik ke kampung akibat lockdown justru mengancam penyebaran virus korona ke daerah terpencil.

“Pemerintah tidak punya rencana darurat untuk eksodus ini,” cuit Rahul Gandhi.

Sementara itu, muncul tagar #ModiMadeDisaster untuk mengkritik lockdown Perdana Menteri Modi. Tagar ini menjadi top trending di media sosial India. Sudah 979 kasus infeksi virus korona di India dan 25 orang tewas.

Penguncian akan memperburuk kesengsaraan ekonomi India pada saat pertumbuhan merosot ke laju paling lambat dalam enam tahun. (AlJazeera/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT