30 March 2020, 19:17 WIB

Besok, Pemerintah Putuskan Kebijakan Mudik Lebaran


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

KEPALA Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan pemerintah segera mengeluarkan kebijakan tentang mudik lebaran terkait dengan situasi pandemi korona (covid-19) saat ini. 

Hal itu menyusul instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta pembatasan mudik lebih ketat dan tegas untuk mencegah meluasnya penyebaran korona.

"Menyangkut masalah mudik atau tidak mudik, sudah dibahas secara detail melibatkan para gubernur. Jadi mohon bersabar dulu untuk keputusan ini akan dikeluarkan besok sore (Selasa, 31 Maret)," ucap Doni melalui konferensi video seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (30/3).

Sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, telah mengeluarkan imbauan larangan mudik lebaran dini yang dilakukan masyarakat. Meski begitu, ribuan warga dari Jakarta dan sekitarnya tetap berbondong-bondong pulang ke kampung halaman di tengah pandemi saat ini. Menurut Doni, pemerintah nantinya akan mengeluarkan ketentuan terkait mudik untuk mencegah meluasnya covid-19.

"Siapa yang boleh mudik, siapa yang kira-kira dianjurkan tidak mudik dengan beberapa ketentuan nantinya akan dikeluarkan oleh pemerintah," ucap Kepala BNPB itu.

Baca juga: Mudik dibatasi, Presiden Minta Tinjau Mitigasi Ekonomi

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengantisipasi mudik Idul Fitri 2020 meminta kepala daerah untuk melakukan langkah-langkah yang lebih tegas membatasi mobilitas warga yang akan melakukan mudik ke daerah-daerah.

Presiden mencatat selama delapan hari terakhir, terdapat 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 orang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Jumlah tersebut belum termasuk arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainya, seperti kereta api, kapal, angkutan udara, maupun mobil pribadi.

Presiden juga mencermati sejauh ini sudah ada imbauan dari berbagai tokoh dan kepala daerah untuk melarang para perantau di Jakarta dan sekitarnya agar tidak pulang kampung. Ia pun meminta imbauan tersebut agar lebih tegas diterapkan untuk menutup celah semakin meluasnya penyebaran covid-19.

"Saya melihat sudah ada imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur, agar perantau di Jabodetabek untuk tidak mudik. Ini saya minta untuk diteruskan dan digencarkan lagi. Tapi menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran covid-19 ini," tegas Jokowi. (A-2)

BERITA TERKAIT