30 March 2020, 17:13 WIB

Kerumunan Menurun, Warga Jabodetabek sudah Mulai Mengerti


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa masyakarat mengerti saat pihaknya melakukan pembubaran massa. Pembubaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Maklumat Kapolri Jendral Idham Azis bernomor Mak/2/III/2020 guna meminimalkan penyebaran virus korona (covid-19).

"Alhamudulillah selama kita lakukan patroli bersama-sama dengan TNI untuk membubarkan kumpulan-kumpulan masyarakat, mereka bisa mengerti untuk kembali ke rumah," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/3).

Meskipun di wilayah hukum Polda Metro masih ditemui kerumunan massa, namun Yusri menekankan bahwa jumlahnya semakin berkurang. Namun, sambungnya, pihak kepolisian tetap terus melakukan patroli.

"Memang trend-nya sudah menurun, tapi kita tetap melakukan imbuan-imbauan kepada masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya kepada Media Indonesia, Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan pedagang kaki lima (PKL) kerap dijadikan titik berkumpul masyarkat.

Ia mengimbau apabila ada masyarakat yang melawan petuas saat dibubarkan, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

"Sudah jelas tuh kita akan kedepankan Pasal 212, 216, dan 218 KUHP, melawan petugas. Gitu aja prinsipnya. Kalau dibubarkan tidak mau, dua kali diperingatkan tidak mengindahkan perintah petugas, ya akan kita tindak tegas," pungkas Suyudi. (OL-4)

BERITA TERKAIT