30 March 2020, 16:58 WIB

DPR akan Gelar Rapat Paripurna Pekan Depan


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

DPR memutuskan tidak memperpanjang kembali masa reses persidangan II dan akan menggelar Sidang Paripurna dimulainya masa persidangan III, pada Senin (30/3) depan. 
 
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan fungsi DPR RI harus terus berjalan meski dalam kondisi darurat Pandemi virus Covid-19. “DPR-RI mendengarkan aspirasi rakyat agar segera hadirkan solusi atas pandemi virus Covid-19 dan kami di DPR-RI akan bekerja sesuai sistem dan wewenang kami untuk membantu Pemerintah memberikan solusi untuk rakyat,” ucap Puan Maharani di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/3).
 
Rapat Pimpinan berlangsung secara virtual menggunakan fasilitas teleconference. Puan Maharani didampingi Wakil Ketua DPR RI Bidang Polkam Aziz Syamsudin dan Wakil Ketua Bidang Korinbang Rachmat Gobel. Dua wakil ketua lainnya, Muhaimin Iskandar dan Sufmi Dasco mengikuti rapat dari kediaman mereka masing-masing.
 
Rapim yang berlangsung sekitar 30 menit kemudian dilanjutkan dengan Rapat Pengganti Bamus. Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Demokrat, Fraksi PKS, dan Fraksi Nasdem hadir langsung di Ruang Rapat KK II. Sementara pimpinan fraksi mengikuti rapat dari rumah masing-masing menggunakan fasilitias teleconference.
 
Menurut Puan Maharani, Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III harus dilaksanakan agar DPR dapat melakukan pekerjaannya di bidang pengawasan, anggaran, dan legislasi. ”Karena itu, masa lalu yang diperbarui harus diakhiri, lalu dilakukan paripurna untuk membuka masa persidangan berikutnya. Sebab jika masa sidang tidak segera dibuka, maka tugas-tugas DPR akan terbengkalai dengan baik sebagai tugas pengawasan, penganggaran, dan legislasi. ”
 
Rapat paripurna, sesuai peraturan dan tata tertib persidangan DPR, harus dihadiri tiga pimpinan DPR dan 50% plus 1 dari seluruh anggota DPR. “Jadi kami memang akan mengundang seluruh anggota DPR untuk hadir,” terang Puan. 
 
Namun karena tidak normal, DPR menyusun skenario 3 orang pimpinan DPR dan setiap pimpinan fraksi akan hadir secara fisik di rapat paripurna. Sementara jumlah anggota yang hadir dihitung sesuai proporsional sesuai dengan kebijakan masing-masing, sisanya dapat mengikuti rapat melalui fasilitas teleconference. 
 
Puan melanjutkan, pada sidang paripurna Senin (30/3) mendatang, tidak ada forum yang mengambil keputusan. "Hanya akan datang pada sidang yang akan datang saja," katanya. 
 
Untuk itu, pidato Ketua DPR pun tidak akan dibacakan secara keseluruhan, hanya point-point pentingnya saja. 
 
Rapat Paripurna pembukaan Masa Sidang III akan dilaksanakan di Ruang Paripurna Gedung DPR RI. “Pelaksanaannya mengikuti protokol pencegahan virus Covid-19 secara ketat. Ada tata cara yang harus disetujui para peserta, ”ujar Puan. 
 
Tata cara rapat paripurna mengikuti protokol pencegahan virus Covid-19 antara lain: semua peserta rapat dan petugas persidangan melakukan protap waspada Covid-19. Yaitu pengecekan suhu tubuhm melewati bilik disinfektan, penyemprotan alas kaki, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, dan menggunakan masker bagi yang merasa kondisinya kurang sehat.
 
Posisi duduk Anggota DPR RI di ruang sidang akan diatur secara berjarak antara satu anggota dengan anggota lainnya. (RO / OL-10)
BERITA TERKAIT