30 March 2020, 16:38 WIB

Kemendikbud Ajak Masyarakat Berkesenian Secara Daring


Atikah Iswahyuni | Weekend

DIREKTORAT Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan sejumlah pegiat seni dan budaya mengadakan program pertunjukan seni daring. Pertunjukan seni ini digelar agar masyarakat tetap dapat menikmati sajian seni dan budaya meski tengah menjalani physical distancing sesuai imbauan pemerintah guna mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid, walaupun digelar secara daring, pertunjukan ini tidak mengurangi nilai seni dan budaya yang terkandung di dalamnya. Sebab, para pegiat seni melakukannya dengan serius dan sepenuh hati.

“Ada yang pentas, ada yang manggung, cuma semuanya diperlihatkan melalui daring. Jadi teman-teman tetap main di lokasinya masing-masing, jaga keselamatan jiwa, jaga kesehatan, jaga keamanan. Nanti disiarkan secara langsung di platform Budaya Saya dan TV edukasi, saluran yang biasa kita pakai,” kata Hilmar dalam siaran langsung di akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Budaya Kemendikbud, Senin (30/3).

Pertunjukan daring pagi ini dibuka dengan sajian dari Master class koreografi tari kontemporer Eko Supriyanto. Hilmar menuturkan, pertunjukan ini bukan sekadar tontonan, melainkan dapat menjadi ajang untuk mengekspresikan diri bagi masyarakat di rumah.

“Seru loh kalau dicoba di rumah. Buat yang sebenarnya punya bakat menari tapi malu-malu, ini waktunya belajar untuk mencoba mengekspresikan diri. Jadi jangan takut, terus mikir saya tidak bisa menari, kelihatan jelek dan sebagainya, itu nomor dua deh. Tapi mampu tidak kita mengekspresikan diri kita melalui gerak,” tuturnya.

Hilmar menambahkan, ekspresi diri juga bisa diunggah melalui media sosial masing-masing, hingga membuat challenge yang kini marak dilakukan para pengguna medsos. Selain menjadi ajang seru-seruan, kegiatan ini juga dapat menjadi media untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman.

Dirjen Kebudayaan mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada puluhan pegiat budaya dan seni yang sudah bergabung untuk melakukan pertunjukan daring seperti band dari ISI Yogyakarta hingga pertunjukan orkestra.

“Nanti ini akan jadi ajang memperlihatkan bahwa ternyata jarak fisik yang ada di antara kita sekarang tidak menghalangi kita untuk punya kedekatan kultural. Jadi jarak fisiknya jauh, tapi secara kultural, secara ekspresi, kesenian, rasa, kita ternyata dekat,” tandasnya. (M-4)

BERITA TERKAIT