30 March 2020, 13:20 WIB

Trump Tuduh Rumah Sakit Menimbun Ventilator


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh rumah sakit, Minggu (29/3), menimbun ventilator yang kini ketersediaannya langka di seluruh AS ketika virus covid-10 menyebar. Ia menegaskan setiap rumah sakit (RS) yang tidak menggunakan perangkat itu harus mengeluarkannya.

Trump tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhannya bahwa RS menimbun peralatan itu. Tidak jelas juga fasilitas kesehatan apa yang dia maksud.

"Kita memiliki beberapa petugas kesehatan, beberapa rumah sakit yang menimbun peralatan termasuk ventilator," kata Trump di Gedung Putih setelah pertemuan dengan para eksekutif perusahaan, termasuk dari US Medical Group.

"Kita harus mengeluarkan ventilator-ventilator itu, terutama rumah sakit yang tidak akan menggunakannya," ujar Trump.

Pernyataannya datang hanya dua hari setelah Trump menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk memaksa General Motors Co memproduksi ventilator yang sangat dibutuhkan untuk pasien covid-19. Ia menuduh produsen mobil AS terbesar itu ‘membuang-buang waktu’ selama negosiasi.

Baca juga: Trump Yakin AS Bisa Produksi 100 Ribu Ventilator dalam 100 Hari

Pemerintahan Trump berada di bawah tekanan untuk meningkatkan produksi ventilator. Alat ini penting sekali karena berguna untuk menyelamatkan nyawa pasien yang mengalami komplikasi covid-19.

Anthony Fauci, Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, memperkirakan dalam wawancara dengan CNN, Minggu, pandemi tersebut dapat menyebabkan antara 100.000 hingga 200.000 kematian di AS.

Berbicara sebelumnya, Deborah Birx, seorang anggota gugus tugas covid-19 Trump, mengatakan kepada program televisi NBC ‘Meet the Press’ bahwa pemerintah meminta gubernur dan wali kota AS untuk melacak keberadaan ventilator.

Pada 25 Maret, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk mencegah penimbunan peralatan medis penting untuk menangani pandemi covid-19, termasuk ventilator dan masker.

Para kritikusnya menuding Trump berusaha mengelak dari kesalahan atas penanganan krisis virus covid-19. (CNA/Hym)

BERITA TERKAIT