30 March 2020, 12:40 WIB

Atasi Dampak Covid-19, Pemprov Jateng Siapkan Rp1,4 Triliun


Akhmad Safuan | Nusantara

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengucurkan anggaran Rp1,4 triliun untuk menangani dampak covid-19.

Di Jateng, kasus orang yang terinfeksi virus covid-19 terus bertambah. Hingga kini Dinas Kesehatan Jateng melaporkan ada 357 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), 63 orang positif covid-19 dan 54 orang dirawat. Sebanyak 7 orang meninggal dan 2 orang sembuh. Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 7.028 orang
yang menyebar merata di 35 kabupaten/kota.

"Pasien positif korona dan PDP dirawat di 61 rumah sakit rujukan. Namun, jumlah pasien positif covid-19 terbanyak ada di RSUP dr Kariadi Semarang, yakni 25 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo.

Baca juga: Sebaran Korona di Jateng Merata, Warga Diminta Patuhi Pemerintah

Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga pada sosial dan ekonomi. Pasalnya beberapa daerah mulai memberlakukan karantina wilayah dan pembatasan pergerakan warga di beberapa daerah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan telah menyiapkan anggaran sebagai dampak pandemi respons, tapi masih menunggu keputusan DPRD Jateng.

"Kita telah hitung semua kebutuhan anggaran pandemi respons. Minimal harus tersedia Rp1,4 triliun," kata Ganjar.

Anggaran sebesar itu, demikian Ganjar, diperuntukkan sebagai jaring pengaman sosial dan jaring pengaman ekonomi, baik bersifat langsung dikonsumsi seperti bantuan sembako untuk masyarakat miskin maupun tidak langsung, yakni pemberdayaan dengan diajak bekerja.

Pemprov Jateng, ujar Ganjar, akan menjamin biaya kesehatan 1,8 juta orang yang belum masuk data masyarakat miskin karena mereka belum mendapat bantuan program keluarga harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan kelompok risiko rentan. "Dana akan diberikan untuk tiga bulan sebagai jaminan kelangsungan hidup warga selama pandemi," imbuhnya.

Anggaran tersebut, lanjut Ganjar, masih dapat ditambah lagi. "Dananya berasal dari back up kabupaten/kota di Jateng karena penggeseran anggaran di daerah untuk pandemi respons ini cukup besar yang berasal dari dana alokasi khusus
(DAK)," lanjutnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan pihaknya akan melakukan penggeseran anggaran cukup besar. "Potensi anggaran   berasal dari DAK Blora mencapai Rp16 miliar dan telah siap dilakukan," katanya.

Hal serupa juga di Pemerintah Kabupaten Jepara. Realokasi anggaran di daerah itu dapat mencapai Rp32 miliar. "Ada beberapa pos anggaran Jepara yang dapat direalokasi. Selain Rp2 miliar biaya tak terduga juga ada perjalanan dinas Rp46,7 miliar yang dapat dipangkas 30% atau sekitar Rp14 miliar," kata Koordinator Fitra Jateng di Jepara Mayadina Rahma. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT