30 March 2020, 12:10 WIB

Kota Bekasi Atur Skema Isolasi Warga Cegah Covid-19


Tri Subarkah | Megapolitan

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta warganya untuk tetap berdiam diri di rumah selama 14 hari dan tidak bepergian. Hal tersebut disampaikan Pepen --sapaan akrabnya-- melalui Surat Edaran bernomor 440/2301/DINKES tentang Isolasi Kemanusiaan terhadap Warga Kota Bekasi dalam Upaya Penyebaran Virus Covid-19.

Dalam surat tersebut, Pepen mengatakan apabila ada anggota keluarga atau saudara yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri, tidak perlu datang ke Puskesmas. Yang perlu dilakukan, sambungnya, adalah menghubungi petugas di Puskesmas terdekat melalui layanan cepat perawat, bidan, dokter, atau klinik untuk tes kesehatan.

Pepen memaparkan ada tiga tahapan yang perlu dilakukan. Pertama, pihak keluarga melaporkan bahwa ada anggotanya yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri ke aparat terdekat, yaitu RT, RW, atau Kader dengan melampirkan KTP dan KK serta nomor telepon yang dapat dihubungi.

Baca juga: Partisipasi Masyarakat Perangi Covid-19

"Kedua, jika dalam 14 hari ada keluhan (demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, diare, dan sesak napas), hubungi aparat, tenaga kesehatan setempat atau dapat menelepon ke nomor 119," tulis Pepen dalam surat edaran tersebut.

Selanjutnya, tahap ketiga, tenaga medis akan menindaklanjuti hal tersebut melalui wawancara lewat telepon. Menurut Pepen, hal itu dilakukan untuk menghindari interaksi langsung serta menjaga pasien agar tetap di rumah dan tidak mengunjungi fasilitas kesehatan.

"Jadi, jika ternyata gejala mengarah pada infeksi covid-19, akan ada petugas khusus dari kesehatan yang melakukan penanganan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus tersebut," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT