30 March 2020, 11:55 WIB

Cemas Covid-19, Menkeu Negara Bagian Hesse, Jerman Bunuh Diri


Deri Dahuri | Internasional

MENTERI Keuangan Negara Bagian Hesse, Jerman, Thomas Schaefer bunuh diri diduga akibat mengalami 'kecemasan berat'  terkait bagaimana mengatasi kemerosotan ekonomi akibat pandemi virus korona. Hal tersebut disampaikan pejabat pemerintah Hesse, Jerman, Volker Bouffier, pada Minggu (29/3). 

Scheafer, 54, ditemukan tewas dekat rel kereta api pada Sabtu (28/3). Kantor Kejaksaan Wiesbaden menyatakan pihaknya meyakinkan bahwa Menteri Keuangan Negara Bagian Hesse, Jerman itu meninggal akibat bunuh diri.

"Kami kaget, kami tak percaya dan di atas semua itu kami sangat sedih," kata Bouffier yang juga menjabat perdana menteri wilayah Hesse, dalam pernyataan tertulisnya.

Baca juga : Tak Memenuhi Standar, Belanda Tarik Masker Buatan Tiongkok

Polisi dan pihak kejaksaan Jerman mengatakan mereka melakukan penyelikan termasuk melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan pengamatan di lokasi kejadian. Tapi akhirnya, poilisi dan kejaksaaan menyimpulkan bahwa Schaefer bunuh diri.

Negara Bagian Hesse adalah rumah bagi ibu kota keuangan Frankfurt, Jerman, di mana pemberi pinjaman utama seperti Deutsche Bank dan Commerzbank memiliki kantor pusat mereka. European Central Bank juga berlokasi di Frankfurt.

Bouffier yang terguncang jelas teringat bahwa Schaefer adalah kepala keuangan Hesse selama 10 tahun dan telah bekerja 'siang dan malam' untuk membantu perusahaan dan pekerja menangani dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Hari ini kita harus berasumsi bahwa dia sangat khawatir," kata Bouffier, tokoh yang dekat Kanselir Jerman Angela Merkel. "Justru selama masa sulit ini kita akan membutuhkan seseorang seperti dia," tambahnya.

Schaefer dikenal sebagai tokoh yang popular dan dihormati dan telah lama disebut-sebut sebagai calon pengganti Bouffier sebagai Perdana Menteri Negara Bagian Hesse. Seperti Bouffier, Schaefer adalah anggota Partai Uni Demokratik Kristen (CDU) yang mendukung pemerintah Merkel. Schaefer meninggalkan seorang istri dan dua anak. (Aljazeera/OL-09)

 

BERITA TERKAIT