30 March 2020, 08:51 WIB

Dana Desa Bisa Digunakan Membentuk Desa Tanggap Korona


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH dalam upaya penanganan penyebaran virus korona telah membentuk Desa Tanggap Covid -19 di seluruh tanah air. Pembentukan Desa Tanggap Covid-19 ini bisa menggunakan dana desa. Pemerintah juga menetapkan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sebagai Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga desa lapisan bawah agar ekonomi desa terus bergerak.   

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan, Zulkifli, Senin (30/3). 

"Penanganan wabah virus korona ini tidak hanya di perkotaan tetapi juga di desa-desa seluruh tanah air. Kementerian Desa telah menerbitkan surat edaran nomor 8 tahun 2020 terkait hal ini," ungkapnya.

Surat Edaran No 8/2020 berisi tentang pembentukan Desa Tanggap Covid-19 dan penegasan program Padat Karya Tunai Desa. Kegiatan terkait Desa Tanggap Korona ini didukung dana desa. Beberapa kegiatan Desa Tanggap Korona ini meliputi membentuk Relawan Gugus Tugas Covid-19 Desa, kegiatan pengenalan gejala, pencegahan hingga penanganan virus korona. 

"Dalam hal ini pemerintahan desa dapat mengubah APBDes untuk kegiatan PKTD dan penanganan virus korona. Sebagai contoh kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyemprotan disinfektan melibatkan masyarakat desa atau relawan desa. Program PKTD bertujuan agar ekonomi desa terus bergerak," tuturnya.         

Sejalan dengan tujuan program dana desa, kegiatan PKTD dilaksanakan secara swakelola dengan  mendayagunakan sumber daya alam, teknologi tepat guna, inovasi dan sumber daya manusia desa. Pekerja diprioritaskan bagi anggota keluarga miskin, penganggur dan setengah penganggur, serta anggota masyarakat marjinal lainnya. Sedangkan pembayaran upah kerja diberikan setiap hari.

Sementara berdasarkan data Tim Gugus Tugas Tanggap Darurat Penanganan Virus Korona Kalsel, hingga Senin (30/3) jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel terus bertambah menjadi 1.143 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak sembilan orang ditambah satu orang pasien positif terjangkit virus korona.

ODP ini tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Sehari sebelumnya seorang pasien PDP di RSUD Ulin Banjarmasin meninggal dunia, sehingga sejauh ini sudah dua orang pasien PDP meninggal di Kalsel. Namun untuk PDP pertama hasil pemeriksaan dinyatakan negatif dan PDP kedua belum dapat dipastikan status pasien apakah positif korona atau tidak.

baca juga: ODP Covid-19 di Klaten 1.045 Orang, 30 Sembuh

          
Juru bicara Gugus Tugas Tanggap Darurat Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim mengatakan guna memutus rantai penyebaran virus korona ini pihaknya akan menerapkan karantina khusus bagi ODP di Kalsel. Ada empat lokasi karantina yang disiapkan pemerintah daerah dan saat ini sudah dibentuk tim untuk pendataan dan sosialisasi penerapan kebijakan karantina bagi ODP ini. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT