30 March 2020, 08:25 WIB

Ingat, Hari Ini Bursa Efek Ditutup Lebih Cepat 1 Jam


Raja Suhud | Ekonomi

Hari ini mulai berlaku penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI)  satu jam lebih cepat dari biasanya. 

Hal ini dilakukan dalam mendukung langkah-langkah Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) serta harmonisasi kebijakan sektor jasa keuangan bersama Bank Indonesia (BI).

Pengurangan waktu tersebut dengan rincian waktu perdagangan di Bursa Efek dari hari Senin s/d Jumat, menjadi sesi I: jam 09.00 sd 11.30, dan sesi II: jam 13.30 sd 15.00. Selanjutnya untuk waktu perdagangan SPPA menjadi jam 09.00 s/d jam 15.00, dan waktu operasional PLTE menjadi jam 09.30 s/d jam 15.30.

Untuk perdagangan hari ini, indeks diperkirakan akan mengalami tekanan jual setelah dalam perdagangan dua hari berturut-turt di pekan lalu indeks naik tajam 10,2% pada Kamis (26/3) dan Jumat (27/3) 4,8%. 

Kenaikan saham dalam dua hari terakhir pekan lalu merupakan technical rebound sehingga rawan untuk menghadapi koreksi dalam perdagangan awal pekan ini. 
 
Apalagi saham-saham di Wall Street merosot jauh lebih rendah pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah penyebaran Virus Corona yang berkembang dengan cepat di negara itu.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 915,39 poin atau 4,06 persen, menjadi berakhir di 21.636,78 poin. Indeks S& P 500 jatuh 88,60 poin atau 3,37% menjadi ditutup di 2.541,47 poin. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 295,16 poin atau 3,79%, menjadi berakhir di 7.502,38 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S & 500 diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor energi terpuruk 6,93%, menjadi kelompok berkinerja terburuk. Sementara sektor utilitas naik 0,53%, satu-satunya yang berhasil mencatat kenaikan di antara sektor-sektor.

Baca jugaPerkuat Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar

Saat ini bursa efek di seantero dunia berada dalam fase bearish.  Bear (disimbolkan dalam wujud beruang) adalah suatu kondisi pasar saham sedang mengalami trend melemah atau turun. Lawan dari bearish adalah bullish yang disimbolkan dengan banteng. Saat pasar dalam kondisi bullish, harga saham berada dalam tren menguat atau naik.

Perkembangan penyebaran covid-19 yang belum jelas kapan berakhir menjadikan terlalu dini untuk mengatakan bahwa dampak covid-19 telah menyentuh dasarnya (bottom) di pasar keuangan.  (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT