29 March 2020, 22:45 WIB

Soal Lockdown, Semua Pihak Diminta Berpikir Jernih


Ardi | Nusantara

Beberapa wilayah di Kota Yogyakarta melakukan lockdown secara lokal. Menanggapi hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi meminta semua pihak untuk berpikir dengan jernih dan tidak panik.

"Jogja mendasarkan pada gerakan riil yang jelas-jelas akan mengurangi dan memutus mata rantai sebaran virus korona. Bukan aksi-aksian saja," papar Heroe yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Yogyakarta

Kalaupun dilakukan lockdown atau karantina wilayah, ia mempertanyakan, apakah Kota Yogyakarta sudah siap? Apakah masyarakat siap hanya di rumah saja? Apakah masyarakat sudah siap punya logistik untuk makan pada saat semua produktivitas ekonomi menurun semua? Apakah pemerintah cukup dana untuk menyiapkan logistik seluruh kota dalam waktu sebulan atau dua bulan?

"Bayangkan jika semua kota-kota yang me-lockdown-kan diri," lanjutnya.

Heroe mengatakan Kota Yogyakarta selama bulan Maret (1-29) ada 9000 orang sudah diperiksa di Puskesmas, Rumah Sakit (RS) Jogja, dan RS Pratama. Sebagian besar yang diperiksa adalah mereka yang baru pulang dari bepergian dan mungkin juga yang sudah mudik. Itulah kesadaran warga, datang sendiri dan memeriksakan diri.

"Dari 9000 yang diperiksa 267 ODP (Orang Dalam Pemantauan), 9 PDP (Pasien Dalam Pengawasan, dan 2 positif. Satu sebenarnya sudah sehat dan sudah lewat masa inkubasinya. Tinggal nunggu hasil uji lab akhirnya saja," ujar Heroe.

Baca juga: Hari Ini Yogya Gelar Rapid Test

Sebelumnya, di Keparakan juga ada balita yang positif covid-19, dua orangtuanya PDP, dan 19 orang ODP. "Semua sudah sembuh," tegasnya.

Menurut Heroe, keberhasilan tersebut berkat kerja keras semua pihak. Tak hanya Dinas Kesehatan, RS Jogja, RS Pratama, Puskesmas, serta kesadaran masyarakat, sehingga semuanya masih bisa ditangani.

Selain itu, sampai 29 Maret, hampir 75% kampung-kampung di wilayah Kota Yogyakarta sudah disemprot disinfektan. Bahkan hampir semua pertokoan, pasar, dan tempat-tempat publik menyediakan tempat cuci tangan.

"Yang istimewa, penyediaan tempat cuci tangan tersebut dilakukan secara swadaya masyarakat," pungkasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT