30 March 2020, 01:00 WIB

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem


Fer/H-1 | Humaniora

ANTISIPASI kebencanaan akibat alam juga patut menjadi perhatian semua pihak di tengah merebaknya pandemi covid-19. Hasil analisis dinamika atmosfer, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada akhir Maret hingga awal Mei 2020 sebagian besar wilayah Indonesia memasuki periode pancaroba, yaitu peralihan musim dari penghujan menuju kemarau.

Plt Deputi Bidang Meteorologi, Widada Sulistya mengatakan secara umum saat pancaroba perubahan kondisi cuaca relatif lebih cepat, yakni pada pagi-siang umumnya cerah-berawan dengan kondisi panas terik dan dapat diikuti hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat.

“Kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan es, banjir bandang, angin kencang (45 km/jam ) dalam durasi singkat,” kata Widada kemarin. BMKG memprakirakan pada 28–31 Maret 2020 potensi hujan deras yang bisa disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah Pesisir Barat Sumatra, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Berikutnya wilayah Bali, Kalimantan Barat, ­Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Wilayah lainnya, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. BMKG menjelaskan, terdapat sirkulasi siklonik di Perairan Selatan Jawa bagian Barat, Maluku Utara, dan Laut Arafuru.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan menjaga stamina tubuh mengingat perubahan cuaca ekstrem dapat memengaruhi kondisi tubuh menjadi lebih rentan.

“Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kondisi stamina tubuh tetap fit,” pungkasnya. (Fer/H-1)

BERITA TERKAIT