29 March 2020, 20:08 WIB

Keselamatan Tenaga Medis Diabaikan, Korban Covid-19 Naik


Deri Dahuri | Internasional

SETIAP malam di Spanyol sejak diberlakukan siaga wabah virus korona tipe baru atau Covid-19 diputuskan pemerintah pada 14 Maret, warga sempat memberi pujian kepada para tenaga medis yang berjuang menangani pasien Covid-19. 

Ternyata perjuangan tenaga medis tak mampu mengatasi pandemi Covid-19 yang menginfeksi secara cepat terhadap masyarakat Spanyol. Bahkan pada Jumat (27/3), jumlah kematian per hari sangat mengerikan dan mencapai 769 orang. Dengan cepat pertambahan korban meninggal, korban meninggal akibat Covid-19 di 'Negeri Matador' telah mendekati 5.000 orang.    

Kasus terbaru terkait dengan infeksi Covid-19 mengalami penurunan per harinya. Jika pada Kamis (26/3) tercatat 8.578 kasus, menurun pada Jumat (27/3) menjadi 7.871 kasus. Namun dua catatan jauh lebih buruk jika dibandingan sepekan sebelumnya yang hanya 2.833 kasus baru.   

Fakta mengerikan lainnya adalah jika dibandingkan dengan Italia yang memiliki catatan 8% dari tenaga medis yang terinfeksi, justru hingga Jumat (27/3) Spanyol memiliki angka lebih tinggi mencapai 16,5%.

Kenapa penyebaran virus korona di Spanyol lebih cepat? Ternyata jawabanya adalah multi faktor. Alasan yang kuat yang digembar-gemborkan media di Spanyol adalah sumber daya pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak memadai dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Namun kalangan akademisi di negara tersebut menyatakan bukan hanya soal minim sumber daya tenaga medis namun beberapa faktor lainnya.

"Baru-baru ini pada Rabu lalu (25/3), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Eropa menunjukkan bahwa dampak Covid-19 tergantung pada tingkat kesiapan suatu negara dan kemampuannya untuk menerapkan aksi yang cepat dalam pencegahan," Silvia Carlos Chilleron, seorang profesor di departemen Kesehatan Masyarakat dan Pengobatan Pencegahan di Universitas Navarra, saat diwawancari Al Jazeera

 

Chilleron menegaskan bahwa penyebaran wabah Covid-19 yang cepat tetapi sumber daya manusia bidang kesehatan dan peralatan bukanlah jaminan. Namun persoalannya justru para tenaga profesional medis adalah kelompok yang terkena dampak serangan wabah Covid-19. 

Pada Rabu (25/3), tidaklah mengheranlan jika Konfederasi Serikat Medis Negara Konfederasi Spanyol (CESM) menuntut ke Mahkamah Agung  setempat mendesak Kementerian Kesehatan Spanyol untuk menyediakan peralatan pelindung diri dengan jumlah cukup sesegera mungkin. 

Bahkan CESM menilai Kementerian Kesehatan Spanyol telah gagal memberi perlindungan yang memadai kepada para tenaga medis yang sangat berisiko terpapar virus korona dari pasien positif Covid-19.

"Masyarakat ada umumnya mematuhi lockdown dan berusaha tak datang ke rumah sakit dengan penyakit ringan dan itu bisa mengurangi penularan," kata seorang dokter dari sebuah rumah sakit di wilayah selatan Spanyol.

"Tetapi ada kekurangan bahan sanitasi di rumah sakit untuk krisis semacam ini, yang melipatgandakan kemungkinan staf kesehatan terinfeksi dan itu akan menjadi faktor yang sangat besar," jelasnya. (AFP/Aljazeera/OL-09)

 

BERITA TERKAIT