29 March 2020, 18:51 WIB

Enam Startup Energi Terbarukan Masuk Program Inkubasi


mediaindonesia.com | Teknologi

Setelah sebelumnya meluncurkan program New Energy Nexus Indonesia Incubation Batch 1 pada tahun 2019, New Energy Nexus Indonesia membuka lembaran selanjutnya dengan program inkubasi batch 2 dan program akselerasi pertama di tahun 2020. Program-program inkubasi tersebut diluncurkan demi menumbuhkembangkan ekosistem startup di bidang energi terbarukan.

Selain berperan sebagai tempat bagi startup yang bergerak di bidang energi terbarukan untuk tumbuh, startup yang tergabung di program inkubasi dan akselerasi New Energy Nexus Indonesia juga akan mendapatkan keuntungan-keuntungan yang dapat mempercepat perkembangan bisnisnya.

Keuntungan tersebut di antaranya adalah perluasan jaringan bisnis, peningkatan kemampuan bisnis, mentoring 1:1, dan akses ke sumber pendanaan.

Enam startup dengan fokus energi terbarukan yang beragam telah terseleksi dan bergabung ke dalam program Inkubasi dan Akselerasi New Energy Nexus.

Dua diantaranya tergabung dalam program Inkubasi, dengan fokus pada Internet of Things (IoT) & Digitalization dan Energy Access, sementara 4 startup dengan fokus Energy Efficiency, Clean Energy, dan Business Model Innovation, telah terseleksi untuk masuk ke program Akselerasi.

Untuk meningkatkan strategi inovasi dan pemasaran produk serta servis, New Energy Nexus akan memberikan pelatihan serta total dana keseluruhan US$4 juta untuk keenam startup selama periode 3 tahun ke depan.

Sejak 2018, sebanyak 19 startup telah mengikuti program inkubasi dan akselerasi New Energy Nexus. Sylendra Power, Forbetric, Warung Energi, Pendulum & Bionersia adalah enam startup yang telah lulus dari program Inkubasi yang dimulai di bulan November 2019 yang lalu.

Jejak mereka akan diteruskan oleh Vena Energy, Swadesi Surya Persada (Super), Chakra Giri Energi Indonesia, Enertec Mitra Solusi, Energi Persada, Resco Sumba, serta lulusan program inkubasi sebelumnya yang akan melanjutkan masuk ke program akselerasi, yaitu Forbetric dan Warung Energi

"Kami sangat terbantu sekali selama tergabung dalam inkubasi New Energy Nexus apalagi dari eksekusi product testing, dimana Forbetric sendiri merupakan incremental product. Melalui proses iterasi ini, kami mengembangkan solusi smart socket yang dapat membantu efisiensi energi dan pengelolaannya," ujar Hasna Bachtiar, Chief Financial Officer dari Forbetric di Jakarta, Minggu (29/3).

"Di sini, New Energy Nexus menghadirkan fasilitas tambahan yang membantu kami mempromosikan solusi teknologi terbaru kami untuk target market kami, yang mencakup IOT dan aplikasi mobile yang user-friendly," ujar Hasna.

Program inkubasi dan akselerasi New Energy Nexus dibuka setiap saat bagi startup energi terbarukan. Bidang energi terbarukan yang dimaksud mencakup 10 fokus New Energy Nexus, di antaranya renewable energy, smart grid, energy efficiency, energy management, customer experience, e-mobility, business model innovation, IOT & digitization, energy access, dan energy storage.

"New Energy Nexus Indonesia adalah sebuah organisasi yang mempunyai keinginan untuk ikut serta mempercepat penerapan dan pemakaian energi terbarukan di Indonesia melalui program inkubasi, akselerasi dan pendanaan startup yang bergerak di bidang energi terbarukan," ucap Diyanto Imam, selaku Program Director dari New Energy Nexus Indonesia.

Inisiatif tersebut searah dengan komitmen pemerintah yang menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025 nanti.

"Melalui program inkubasi, akselerasi dan pendanaan ini, New Energy Nexus Indonesia berkomitmen untuk dapat terus mendukung penciptaan dan perkembangan startup energi terbarukan yang dinamis, berdaya saing dan scalable di Indonesia," lanjut Diyanto.

Program New Energy Nexus Indonesia juga turut didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, melalui kolaborasi kegiatan yang diadakan bersama demi mendorong perkembangan startup EBT di Indonesia. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT