29 March 2020, 17:20 WIB

Transaksi Keuangan Digital Meningkat 30% Akibat Covid-19


Lina Herlina | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) Kantor Wilayah Sulawesi Selatan menyebutkan transaksi keuangan digital, periode Maret 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, antara 15-30%.

Hal itu terjadi, menyusul adanya imbauan pada masyarakat untuk bekerja dari rumah atau work from home, di tengah semakin masifnya penyebaran pandemi virus korona atau Covid-19 di Indonesia. Demikian diungkapkan Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra.

Baca juga: Jaga Pelaku UMKM Tetap Hidup, Pemerintah Beri Stimulus

Menututnya, sejak dikeluarkannya imbauan social distancing, masyarakat cenderung melakukan transaksi digital. Transaksi digital juga dinilai menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 melalui uang.

"Hingga akhir Maret kami prediksi akan lebih meningkat. Karenanya, penggunaan pembayaran nontunai dinilai memiliki berbgai kelebihan. Masyarakat dapat menggunakan berbagai alternatif instrumen pembayaran nontunai," sebut Endang.

Ia pun mencontohkan transaksi digital yang dimaksud itu, dalam bentuk kartu kredit, debit, e-money, baik yang berbasis kartu, maupun server kode QRIS.

"Guna mendukung kelancaran aktlvitas perekonomian masyarakat, dari sisi sistem pembayaran, BI bersama perbankan menjamin ketersediaan dan kecukupan pasokan uang rupiah di masyarakat, saat ini maupun ke depan dalam rangka menyambut puasa dan Hari Raya Idul fitri. Jadi, kita sudah siapkan untuk tiga bulan ke depan. Namun untuk nominal belum bisa disebutkan saat ini," urai Endang.

Pihak BI pun mengimbau, untuk para pelaku usaha bersama dengan Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), bisa mendukung kelancaran transaksi masyarakat melalui instrumen pembayaran nontunai yang dapat digunakan.

Saat ini, BI tengah mendorong implementasi penggunaan QRIS yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara inklusif. Yang disebut, mampu mendorong inklusi keuangan yang memberikan banyak manfaat, mendukung stabilitas makro dan sistem keuangan, efisiensi ekonomi. (OL-6)

BERITA TERKAIT