29 March 2020, 17:13 WIB

APPI Protes Keputusan PSSI Tunda Kompetisi


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

ASOSIASI Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) merasa keberatan dengan keputusan PSSI terkait status kompetisi Liga 1 dan 2.

Sebelumnya, PSSI mengumumkan tentang penundaan Liga 1 dan Liga 2 yang diperpanjang hingga Juni 2020  sebagai imbas pandemi global virus korona atau covid-19. Kompetisi berpotensi dihentikan jika pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat dan angka penyebaran covid-19 semakin memburuk.

Baca juga: Liga 1 Tunggu Rekomendasi Kemenkes Untuk Hentikan Kompetisi

Dalam surat edarannya, APPI menggugat PSSI, karena tidak melibatkan para pesepak bola dalam pengambilan keputusan itu.

"Proses pengambilan keputusan diambil tidak melibatkan pesepakbola sebagai stake holder dan juga salah satu pihak yang paling terdampak dalam hal ini," tulis surat yang ditandatangani Presiden APPI, Firman Utina, Minggu (29/3).

Selain itu, APPI merasa keberatan, karena yang dilakukan PSSI tidak seperti yang dilakukan FIFA. PSSI seharusnya berkaca kepada FIFA yang melibatkan FIFPro atau Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional dalam menentukan status kompetisi.

Lebih lanjut, APPI juga keberatan dengan keputusan PSSI yang mewajibkan klub membayar 25% dari nilai kontrak yang sudah disepakati. Menurut APPI keputusan ini seharusnya disepakati oleh para pemain dan klub terlebih dahulu.

"Perubahan kontrak kerja wajib dilakukan dengan kesepakatan antara klub dan pesepak bola, tidak bisa dilakukan sepihak," tulis APPI.

Selain itu, APPI meminta klub harus membayar DP dan gaji hingga bulan Maret 2020 sesuai dengan kontrak pemain.

APPI pun meminta adanya pertemuan kembali yang melibatkan semua pihak, tidak hanya komite eksekutif PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan pihak klub.

"Kami meminta adanya pertemuan dan pembicaraan yang melibatkan semua stake holder tanpa terkecuali dengan dasar saling respect dan fair untuk mencapai solusi yang bisa diterima oleh semua pihak," tulis APPI. (Faj/A-1)

BERITA TERKAIT