29 March 2020, 14:20 WIB

Rapid Test Dinilai Efektif dalam Pencarian Kasus Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

Rapid test yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia dinilai efektif untuk mempercepat penemuan kasus positif covid-19 di tengah masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Amin Soebandrio.

"Rapid test ini diharapkan bisa sebagai alat screening. Ini efektif digunakan di rumah sakit untuk screening awal. Misalnya ada pasien yang demam sesak nafas. Kalau pakai PCR kan membutuhkan waktu lama. Ini lebih efisien dan bisa digunakan untuk tes massal," kata Amin kepada Media Indonesia, Minggu (29/3).

Amin menegaskan fungsi utama dilakukannya rapid test hanya sebatas pada deteksi dini. Pasalnya, sensitivitas alat rapid test memang tidak akan bisa disamakan dengan PCR (Polymerase chain reaction).

"Sensitivitas hanya sekitar 70%. Tentunya bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kalau di masyarakat ada menunjukkan gejala ringan, sehingga perlu periksa. Ini bisa ditangkap rapid test," jelasnya.

Baca juga: IDI: Tingkat Akurasi Deteksi Covid-19 dengan Rapid Test Capai 95%

Berdasarkan pengalaman negara Korea Selatan dan Jepang, meskipun belum dapat dipastikan apakah alat rapid test yang digunakan sama, tapi metode tersebut dapat membantu mempercepat penemuan kasus dan penanganan.

"Perlu diketahui rapid test hanya mampu mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh manusia, tapi tidak bisa langsung mendeteksi adanya virus spesifik. Jadi, rapid test ini tidak akan bisa menggantikan PCR. Makanya orang yang sudah positif, harus tetap dites pakai PCR," ujar Amin.

Oleh karena itu, lanjut Amin, untuk yang hasilnya dinyatakan negatif, belum tentu juga bisa terbebas dan bisa sembarangan ke luar rumah. "Namun, tes ini bisa untuk meningkatkan awareness, waspada kalau-kalau kita semua menjadi carrier," tandasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT