29 March 2020, 15:15 WIB

Penerbangan ke Papua Hanya Berlaku untuk Darurat dan Kargo


Hilda Julaika | Ekonomi

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) menegaskan hingga kini tidak ada penutupan bandara di Provinsi Papua. Untuk diketahui, akses jalur penerbangan ke Provinsi Papua ditutup sejak 26 Maret hingga 9 April 2020 mendatang. Hal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus korona (Covid-19). 

“Untuk kebijakan nasional, tidak pernah menutup penerbangan sampai dengan saat ini,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto kepada Media Indonesia, Minggu (29/3).

Baca juga: Kemenkop UKM Dorong Empat Skema Bantu Koperasi Terdampak Covid-19

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Irene Marizkha, Kemenhub tengah melakukan koordinasi terkait permintaan penutupan penerbangan penumpang ini. Pasalnya, bandara merupakan objek vital nasional yang memerlukan pembahasan mendalam dengan pihak terkait sehingga bisa mengeluarkan kebijakan nasional.

“Tentu saja kami melakukan pembahasan terkait hal tersebut. Seperti yang saya sampaikan, kami akan mendukung kebijakan pemerintah secara nasional,” imbuhnya.

Pihaknya memang mengakui saat ini banyak permintaan untuk penutupan penerbangan penumpang terkait antisipasi Covid-19 ini. Namun, saat ini kondisinya masyarakat memang telah sadar untuk mengikuti anjuran pemerintah. Termasuk tidak melakukan bepergian jauh, sehingga permintaan (demand) pengguna jasa penerbangan untuk penumpang memang berkurang.

Di lain sisi, Corporate Secretary of PT Angkasa Pura (Persero), Handy Heryudhitiawan, justru mengaku sudah mendapat informasi bahwa Bandara Sentani Jayapura sudah tutup untuk penerbangan penumpang. Bandara Sentani merupakan salah satu bandara yang dikelola oleh PT AP. Akan tetapi meski untuk penerbangan penumpang telah ditutup, bandara masih melakukan penerbangan untuk logistik dan kargo.

“Sejauh ini memang penerbangan ditutup untuk penumpang. Namun, sesuai surat Pemda Papua, maka penerbangan dibatasi hanya untuk kargo dan penerbangan lain kecuali komersial pax,” jelasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT