29 March 2020, 13:33 WIB

Lebih banyak Orang di Rumah, Layanan Musik Streaming Malah Turun


Fathurrozak | Weekend

SAAT kampanye #dirumahaja digaungkan di berbagai negara dalam masa pandemi ini, streaming musik justru mengalami penurunan pendengar. Mengapa bisa demikian?

Dalam tracking week yang dilakukan pada 13-19 Maret, streaming musik merosot hingga 7,6%. Hal ini disebabkan di antaranya karena orang-orang lebih terfokus pada pemberitaan di televisi. Selain itu, karena kini juga tengah diterapkan bekerja dari rumah, secara langsung juga memengaruhi pola orang mendengarkan musik. Biasanya, mereka mendengarkan saat berangkat dan pulang kerja di perjalanan.

Komunalisme di rumah juga turut mendorong untuk menikmati hiburan yang sama, misalnya yang tadinya ketika beraktivitas di luar rumah para anggpta keluarga mendengarkan musik mereka di platform mereka masing-masing, kini cenderung hanya mendengarkan dari satu sumber. Media audio visual seperti tayangan berita dan layanan streaming memang menjadi pengalih perhatian utama saat banyak orang kini di rumah aja.

Nielsen Media Research melaporkan penaikan 60% dalam keseluruhan menonton tv selama tracking week yang berakhir pada 20 Maret. CNN naik 119% dari minggu sebelumnya, Fox News naik 60%, dan MSNBC naik 37%. Reality show juga telah menarik lebih banyak perhatian dalam beberapa pekan terakhir, seperti halnya layanan streaming seperti Disney+, Apple TV, Hulu dan Netflix. Sementara streaming video di YouTube dan outlet lainnya hanya naik 7%.

"Berdasarkan analisis data kami selama dua minggu terakhir, keterlibatan streaming TV naik 15-17% dari minggu sebelumnya," kata Daniel Ives, direktur pelaksana Wedbush Securities, seperti dikutip Variety.

"Dari perspektif pelanggan, kami percaya ketika datang Apple, Netflix, Disney setidaknya ada 10-12% lonjakan pelanggan, relatif terhadap apa yang biasanya Anda lihat dalam periode beberapa minggu yang dinormalisasi,” lanjut Daniel.

Menurut Alpha Data, penyedia layanan pelacakan data musik untuk Rolling Stone, Variety dan Music Business Worldwide, streaming yang diprogram dari layanan seperti Pandora turun lebih dari streaming on demand. Sementara streaming on demand seperti Spotify, Apple Music dan Amazon Music menurun 7,3% (US$16,6 miliar).

Sementara itu, penurunan berdasar genre juga terlihat penurunannya. Bahkan untuk genre yang biasanya memuncaki tangga lagu. Selama tracking week yang berlangsung pada 13-19 Maret, genre pop turun sebesar 8,3%, hip-hop sebesar 8,6% dan R&B sebesar 11,6%. Sementara musik latin anjlok , 14,2%. Pada minggu yang sama ketika streaming audio turun hampir 8%, Alpha Data melihat penjualan album juga turun hingga 27,6%, penjualan album digital turun sebesar 12,4%, dan lagu digital sebesar 10,7%. (M-4)

BERITA TERKAIT