29 March 2020, 12:33 WIB

Mulai Besok, Gubernur Babel Batasi Penerbangan Sehari Sekali


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

GUBERNUR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan mengambil kebijakan. Sehari hanya ada sekali penerbangan dari Jakarta ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Bandara HAS Hanandjoedin Belitung mulai Senin (30/3).

Kebijakan tersebut diambil Erzaldi untuk menahan arus mobilisasi manusia dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus korona.‎

"Saya sudah konfirmasi untuk menutup itu (bandara) karena tidak mungkin dilakukan, tetapi untuk pengurangan dapat dilakukan," kata Erzaldi di Pangkal Pinang, Babel, Minggu (29/3).

Menurut Erzaldi, jika penumpang tidak dibatasi arus datangnya, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan penumpang yang luar biasa. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat mengetahui kondisi daerah Babel, dipahami pula kekuatan, dan kondisi medis Babel seperti apa, jumlah dokter alat kesehatan dan sebagainya dalam waktu dekat ini.

‎Untuk itu, Erzaldi mengatakan Pemda Babel membatasi penerbangan hanya ada sekali dalam sehari secara bergantian setiap maskapai penerbangan.‎

"Sebanyak apapun pesawat disiapkan itu tetap akan penuh. Jika tujuan Bangka ke Jakarta mungkin tidak terlalu banyak. Sehingga karena faktor keterbatasan dan kemampuan daerah dalam penanganan, saya memutuskan untuk satu penerbangan setiap hari," tegasnya.

"Andai nanti ada surat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), saya sangat mempersilahkan itu untuk diikuti," ungkap Gubernur Babel. 

Akan tetapi, menurut Erzaldi, pembatasan penerbangan tersebut akan dinyatakan dalam surat resmi pada tanggal 30 Maret sampai dengan situasi dianggap aman.

"Kemenhub akan tetapkan secara nasional bagaimana mengatur penerbangan ini. Jika kondisi di Babel sangat berbeda dengan kondisi daerah lain. Babel masih di zona biru, daerah lain sudah banyak dalam zona merah, apakah kita mau menunggu masuk zona merah baru akan kurangi penerbangan," imbuhnya.

"Saya tetapkan dalam surat yang saya tanda tangani nanti. Insyallah saya bertangung jawab untuk keselamatan masyarakat Babel," janjinya.

Ia meminta kepada airlines untuk mentaati ketetapan ini dan bersedia mengikuti apa yang telah diputuskan sehubungan dengan kondisi yang sudah luar biasa mengkhawatirkan. 

"Kita semua berharap kondisi tidak normal ini tidak berlangsung lama, tapi semakin cepat bertindak terhadap hal ini semakin cepat masalah ini teratasi. Karena, kita yakin dengan menahan arus mobilisasi manusia kita berharap mata rantai penyebaran virus covid-19 ini cepat terputuskan. Selanjutnya kita dorong masyarakat kita untuk tetap beraktifitas di rumah saja,” tuturya.

"Saya sampaikan sekali lagi, mulai besok lusa (30/3) penerbangan akan dilakukan oleh satu pesawat satu hari, pada tanggal 6 April 2020 akan kembali di-review kondisi Babel, bisa saja kita buat dua pesawat dalam satu hari sekaligus penetapan tanggalnya," ingatnya.

Ia mengaku, tidak ingin mata rantai melalui penumpang yang padat membuat lebih sulit dalam pengawasan masyarakat oleh tim di provinsi. Hal yang memang dilematis, di satu sisi terdapat banyak minat orang datang ke Babel, satu sisi orang Babel merasa khawatir terhadap bahayanya. 

“Saya selaku gubernur mengambil kebijakan ini dan mohon agar bersama-sama kita laksanakan mulai hari Senin satu pesawat," pintanya.

Ia menjelaskan jadwal penerbangan ke Babel dari Jakarta dan sebaliknya Nam Air (30/3), Lion air (31/3), Sriwijaya (1/4), Garuda (2/4), Citilink (3/4), Nam air (4/4), Lion air (5/4), dan Sriwijaya air (6/3). ‎"Penerbangan dari Batam, Palembang, dan Yogyakarta ditutup. "Termasuk dari Kuala Lumpur yang sudah lama ditutup," ujarnya.

Sementara Sekda Provinsi Kepulauan Babel, Naziarto akan memimpin rapat penentuan maskapai penerbangan mana saja yang akan terbang sampai situasi dianggap aman, sambil menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan RI. 

"Jika surat dari Kemenhub RI sudah dinyatakan boleh satu hari satu airline satu pesawat, monggo katanya dikembalikan ke pusat. Tidak apa-apa, saya tetap patuh terhadap pusat, tetapi sampai sekarang pemerintah pusat belum memutuskan, sementara kita sangat mendesak, maka saya mengambil alih keputusan tersebut dengan tetap patuh kepada keputusan pusat nantinya," kata Naziarto.‎(RF/OL-09)

BERITA TERKAIT