29 March 2020, 05:20 WIB

Layani Warga, Kemendagri Sodorkan Gisa


(Cah/P-2) | Politik dan Hukum

KEMENTERIAN Dalam Negeri meluncurkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang berupa chatbot bernama Gisa untuk layanan administrasi kependudukan (adminduk). Pemanfaatan teknologi tersebut dimaksudkan agar pelayanan tetap lancar di tengah pandemi virus korona baru yang menyebabkan covid-19.

"Dengan chatbot Gisa, masyarakat bisa bertanya layaknya percakapan dengan seorang petugas. Gisa akan selalu memberi informasi akurat yang bersumber dari (Ditjen) Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil)," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam keterangan resmi, kemarin.

Gisa terdapat di aplikasi android AKUI yang bisa diunduh gratis melalui Google Playstore. Peluncuran layanan ini, kata Tito, untuk mendukung kebijakan bekerja dari rumah yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo.

Kementerian Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga telah meminta aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari rumah.

Gisa diambil dari program Dukcapil, yaitu gerakan Indonesia Sadar Adminduk. Lewat produk ini, masyarakat mendapatkan informasi yang cepat dan akurat.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, dengan memanfaatkan chatbot Gisa, Ditjen Dukcapil dapat terus melayani masyarakat dan tetap menerapkan standar informasi.

Informasi terkait pelayanan di kantor layanan Dukcapil, seperti prosedur pembuatan KTP dan KK, syarat-syarat pencatatan pernikahan, akta kelahiran, informasi biaya, dan sebagainya dapat diperoleh dari Gisa secara cepat dan akurat. "Dengan informasi yang lengkap ini masyarakat terhindar bolak-balik ke kantor layanan karena persyaratan yang tidak lengkap," imbuh Zudan.

Dalam beberapa waktu ke depan, setiap kantor layanan Dukcapil akan secara khusus meningkatkan pelayanan publik di daerah setempat dengan memberikan informasi spesifik seperti lokasi kantor layanan, nomor kontak petugas, informasi waktu penyelesaian, serta menerima masukan dari masyarakat.

"Dengan demikian, meskipun tanpa kontak langsung, pelayanan masyarakat yang diperoleh dari Ditjen Dukcapil Kemendagri akan terus berjalan, baik di tingkat nasional maupun daerah," tandas Zudan. (Cah/P-2)

BERITA TERKAIT